aqua

Sekeluarga ODGJ Di Cianjur Hidup Di Gubuk Reyot

Ilustrasi

JABARNEWS | CIANJUR - Kehidupan Bahri (60) dan keluarganya mungkin kurang beruntung. Warga Kampung Kiarapayung, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi itu hidup dalam bangunan tak layak huni. Di bangunan kecil berukuran 4 x 2 meter itu, Bahri (60) bersama istrinya, Aisyah (50) dan anaknya, Jujun tinggal.

Mirisnya, Bahri dan Aisyah diketahui mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Jauh lebih ironis lagi, putra semata wayang mereka yang kini masih berusia 10 tahun itu juga diketahui ODGJ. Bahkan, Jujun yang biasa dipanggil Asep pun terpaksa putus sekolah karena hal itu.

Baca Juga:

Terlalu Fokus Mainkan HP, Pria Ini Tewas Tersambar KRL Commuter Line

Budayawan Sunda: Di Tengah Krisis, Bangsa Indonesia Harus Berdikari



Kehidupan keluarga itu juga sangat jauh dari kata cukup dan sederhana. Yang ada, malah ketiganya hidup dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Terlebih, Bahri menafkahi keluarganya dengan penghasilan tak menentu dengan bekerja serabutan, mengharapkan belas kasih para tetangga yang membutuhkan tenaganya.

Farid Sandy (40) salah seorang aktivis pemerhati sosial dan kemanusiaan menyatakan, keluarga itu tinggal di bangunan tersebut sudah sejak 10 tahun lalu. Rumah yang ditinggali pun dibangun seadanya dan sama sekali tak layak huni.

Rumah itupun hanya terdiri dari satu ruangan. Dimana semua aktivitas keseharian dilakukan di ruangan tersebut. Tidur, memasak, makan dan kegiatan keseharian lainnya pun dilakukan di ruangan yang bercampur dengan berbagai barang bekas yang dikumpulkan keluarga tersebut.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Cianjur Sekeluarga ODGJ Gubug Reyot Rumah Tidak Layak Huni Pemkab Cianjur CSR

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi