aqua

Anggota Dewan Kok Percaya Saja Disuruh Teken Kuitansi Kosong?

Karikatur Dodi Budiana/Jabarnews

JABARNEWS | KARIKATUR Dalam persidangan lanjutan kasus perjalanan Dinas dan Bimtek fiktif DPRD Purwakarta pada tanggal 30 Januari 2019, dihadiri hanya lima saksi dari 11 saksi yang dipanggil. Kelima saksi yang hadir tersebut adalah empat pimpinan DPRD dan seorang mantan Sekwan tahun 2015.

Dalam persidangan tersebut, kembali JPU mempertanyakan perihal pendatanganan kuitansi kosong oleh para anggota dewan DPRD Purwakarta. Wakil ketua DPRD Warseno dalam kesaksiannya mengatakan pendatanganan tersebut karena atas dasar kepercayaan kepada sekretariat.

Baca Juga:

Dedi Mulyadi Dikunjungi Keluarga Pria Berkaki Satu yang Pernah Ditolongnya

HUT Ke-69 Humas Polri, Ini Harapan Kapolri



Pernyataan itu sama disebutkan juga Sri Puji Utami dan Neng Supartini, yang mendatangani kuitansi kosong tersebut dengan alasan rasa percaya. Dalam persidangan sebelumnya, para anggota DPRD dari berbagai komisi yang dihadirkan menjadi saksipun menyatakan demikian, mereka mengaku telah menjadi korban "dizalimi" dengan kuitansi kosong.

Hakim ketua Sudira berharap agar para dewan hendaknya lebih bisa profesional lagi dalam bertugas, bukan atas dasar kepercayaan semata, karena menyangkut dana negara yang harus dipertanggungjawabkan. (*)


Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Mang Jabar Kasus Perjalanan Fiktif Dinas dan Bimtek DPRD Purwakarta Kuitansi Kosong

berita terkait

Kapolri: Operasi Zebra 2020 Utamakan Edukasi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi