aqua

Cekrekk... Dan Sebuah Produk Pun Menjadi Sangat Bernilai

Para Komunitas Food Blooger memvisualisasikan produknya melalui sebuah foto, (Foto: Tri/Jabarnews)

Ia menegaskan, pemilihan konsep yang matang akan membuat foto menjadi lebih menarik dan menggugah selera. Setelah menentukan konsep yang matang untuk ditampilkan, kini saatnya menentukan brand image dari foto yang ditampilkan.

Salah satu contohnya, sebagai pelaku bisnis kita dapat menentukan makanan yang akan dipasarkan cocok untuk dikonsumsi saat diet, mengerjakan tugas atau berkumpul bersama orang-orang terkasih. "Keseluruhan hal tersebut dapat kita visualisasikan melalui sebuah foto," ujar Ranie.

Baca Juga:

Polisi Sosialisasikan 3M Dalam Operasi Yustisi di Majalengka

RSUD Al Ihsan Optimalkan Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah



Selanjutnya, yang perlu diperhatikan juga adalah pemilihan angle. Secara umum ada dua angle yang biasa digunakan saat memotret makanan, yaitu eye level dan flat lay. Pada praktiknya, eye level memosisikan kamera sejajar dengan objek, sehingga foto akan terlihat datar.

Angle ini digunakan apabila kita ingin mengekspos tinggi makanan yang kita foto. Misalnya, daging dan sayuran yang bertumpuk dari hamburger atau lapisan cake yang juga bertumpuk dengan cream putih di antara lapisannya.

Sedangkan, flat lay adalah gaya fotografi dengan cara membidik beberapa objek baik makanan atapun produk lainnya melalui jepretan kamera dari atas ke bawah lurus 90 derajat. Objek foto tentunya diletakan di permissable datar (flat) yang menghadap ke arah kamera.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Komunitas Bandung Food Blogger & Founder @duniakulinerbdg Fotografi Produk

berita terkait

Libur Panjang, Ini Pesan Penting Mendagri untuk Kepala Daerah

Tetap Harus Patuh Protokol Kesehatan, Walau Sudah Divaksin

Antisipasi Covid-19 saat Libur, Ridwan Kamil Lakukan Ini

Ada-Ada Saja, Ambulans Dipakai Bawa Antaran Pengantin

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi