Video Seks, Ratusan Orang Jadi Korban Sindikat Pemerasan

Gambar ilustrasi penipuan video seks, (Foto: Merdeka.com).

JABARNEWS | JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sebanyak 100 orang lebih jadi korban sindikat pemerasan layanan video seks. Jumlah kerugian rata-rata per orang mencapai puluhan juta rupiah.

Kasubag Opinev Bag Penum Ropenmas Divisi Humas Polri, AKBP Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan, dalam kasus itu, tersangka SF (24) membuka beberapa akun palsu di media sosial Facebook untuk menjerat korban. SF memasang foto perempuan yang diambilnya dari media sosial untuk akun palsunya dan menjalin pertemanan dengan para korban.

Baca Juga:

Mantan Anggota DPRD Garut Ditangkap karena Kasus Penipuan

Aduh! Aa Umbara Dilaporkan ke Polisi



Aksi itu, lanjutnya, dimulai dengan menghubungi korban via Facebook video call, messenger atau Whatsapp Video Call sesuai dengan nomor korban yang dicantumkan pada profil akun media sosial milik para korban.

Selanjutnya SF menawarkan korban untuk melakukan panggilan video berbau seksual dengan tarif sejumlah uang dan atau pulsa.

"Saat komunikasi panggilan video terjadi, SF akan menampilkan video berisi adegan seksual atau ketelanjangan. Apabila korban terperdaya dan ikut memperlihatkan aktivitas seksual atau ketelanjangan pribadi, SF merekam adegan korban dan menyimpan file tersebut," kata Pandra, saaat konferensi pers di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/2), dikutip republika.co.id.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : video seks Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri penipuan

berita terkait

Diduga Lakukan Penipuan, Aa Umbara Dilaporkan ke Polisi

Polisi Amankan 5 Pelaku Penipuan dan Penggelapan Motor Ducati

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi