bjb

Antisipati DBD, Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Imbau Warga Lakukan Ini

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi. (Foto: Yudi/Jabarnews)

JABARNEWS | KAB. TASIKMALAYA - Sebagai langkah antisipati wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menghimbau masyarakat untuk melakukan gerakan 3M yakni mengubur, menutup dan menguras.

"Kami sudah instruksikan setiap Puskesmas, untuk sosialisasikan bahaya DBD dan mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi, Rabu (20/2/2019).

Gerakan 3M untuk membunuh jentik nyamuk, sementara untuk membunuh nyamuk dewasa bisa dilakukan dengan fogging.

Apabila gerakan itu dilakukan dengan serentak, penyebaran DBD bisa ditanggulangi. Tidak ada salahnya lakukan gerakan bersih bersih dilingkungan dengan gotong royong.

"Untuk fogging sudah sering kita lakukan ditiap kecamatan," ujar Atang.
Baca Juga:

Dinkes Ciamis: Waspadai Penyakit Memasuki Musim Penghujan

Hati-hati Wabah DBD Di Jabar!


Hingga saat ini, sudah ada 29 warga Kabupaten Tasikmalaya yang terkena DBD, dua orang orang diantaranya meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Manonjaya.

Adapun wilayah yang tergolong menjadi titik endemis di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Kecamatan Manonjaya, Singaparna, Sukarame, Ciawi, Salawu, Pagerageung, dan Cikatomas.

"29 orang yang terkena DBD merupakan warga dari 7 kecamatan tersebut," ungkapnya. (Yud)

Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags : Wabah DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya 3M

berita terkait

Wabah DBD Mulai Intai Warga Sukabumi

Seminggu, Jumlah Pasien DBD Di RSUD Cimahi Meningkat

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi