Bawaslu Indramayu: Jangan Gunakan Pesantren Untuk Kampanye

Logo Bawaslu, (Foto: Tribunnews).

JABARNEWS | INDRAMAYU - Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi, mengatakan, pesantren jangan dimanfaatkan sebagai tempat kampanye.

Nurhadi mengatakan, hal yang sering dilakukan oleh para kontestan pemilu, baik itu pelaksana pemilu calon anggota DPR, DPD, DPRD, dan tim kampanye, seringkali menggunakan pesantren, tempat pendidikan, mushola, masjid, dan madrasah digunakan untuk pertemuan menggalang dukungan. Baik dukungan dari kiai, maupun para santri.

Baca Juga:

Polda Jabar Lakukan Subuh Keliling Eratkan Silaturahim Antara Polri Dan Masyarakat

Anggarkan Dana Operasional KPU, DPRD Jabar Apresiasi Pemkot Cirebon



"Ketika terdapat unsur-unsur kampanye, atau pelanggaran lainnya di pesantren, maka kita harus cegah dan mereka perlu diingatkan," kata Nurhadi, dikutip kabarcirebon.com, Jumat (22/2/2019).

Dikatakannya, santri merupakan kelompok strategis untuk diberikan pemahaman tentang tahapan pemilu sekaligus mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif.

"Dengan pengetahuan yang diperolehnya ini, diharapkan santri dapat berperan nyata untuk turut melakukan pengawasan demi terwujudnya pemilu yang berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, tertib, demokratis, serta bermartabat," terangnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : bawaslu indramayu kampanye pemilu 2019 pesantren

berita terkait

Pilpres 2019, Ini Formula Sikapi Kampanye Hitam

Bawaslu Kota Bandung Temukan ASN Tidak Netral

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi