aqua

Langgar Zonasi, Puluhan Pengusaha Minimarket Di Bandung Barat Harus Angkat Kaki

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, (Foto: Jabarekspres.com).

JABARNEWS | BANDUNG BARAT - Puluhan pengusaha minimarket yang melanggar zonasi harus bersiap angkat kaki. Pembangunan minimarket ini telah melanggar Perda KBB Nomor 21 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pasar, Retribusi Pelayanan Pasar, dan Retribusi Pasar Grosir dan atau Pertokoan.

Dalam perda itu disebutkan, lokasi pasar modern harus berjarak 1.000 meter dari pasar tradisional atau 500 meter dari kantor pemerintahan.

Baca Juga:

Proyek Insinerator Di KBB 'Dicuekin' Perusahaan Swasta

Bupati Bandung Barat Deklarasi Dukungan Untuk Jokowi-Ma’ruf



Diketahui, berdasarkan data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB, total minimarket di Bandung Barat saat ini mencapai angka 318 gerai. Sementara yang memiliki izin baru 40 gerai.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, mengungkapkan, keberadaan minimarket yang melanggar zonasi karena berdekatan dengan pasar tradisional. Mereka harus pindah sebagai bentuk ketegasan dari pemerintah daerah dalam menjalankan aturan Perda.

"Minimarket yang melanggar zonasi jumlahnya mencapai puluhan karena kami catat datanya. Tindakan tegas sudah kami buktikan terhadap beberapa minimarket yang sudah habis izinnya (langgar zonasi) untuk pindah ke tempat lain, seperti di daerah Lembang, Cisarua, Ngamprah karena terbukti melanggar," kata Maman, dikutip jabarekspres.com, Rabu (27/2/2019).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : bandung barat minimarket zonasi disperindag kabupaten bandung barat

berita terkait

Pemkot Bekasi Rencanakan Bikin Angkot Berdaring Online

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi