bjb

DPRD: Kota Depok Butuh Ruang Kelas dan Sekolah Baru

Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara saat menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Selasa (26/2/2019). (Foto: Dini/Jabarnews)

JABARNEWS | DEPOK - Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara menyoroti masalah kurangnya fasilitas pendidikan khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Depok. 
"Hal ini menyulitkan masyarakat Kota Depok untuk mengakses pendidikan diwilayahnya," kata Irfan saat menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok dalam rangka Reses I DPRD Jawa Barat Tahun Sidang 2019, Selasa (26/2/2019)
Irfan menambahkan, saat ini keberadaan SMP dan SMA di Kota Depok tidak dapat menampung jumlah lulusan sekolah dasar dikarenakan jumlah yang tidak seimbang. 
Untuk sekolah setingkat SMA, Irfan menekankan, idealnya di Kota Depok terdapat 20 hingga 24 sekolah. Namun saat ini baru terdapat 14 sekolah, sehingga pihaknya akan terus mendorong pembangunan sekolah baru. 
“Idealnya Depok itu harus ada 20–24 SMA dan sekarang baru 14 sehingga setiap tahun ajaran baru masyarakat berebut,” ujar irfan.

Untuk tahun 2019, lanjut irfan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membeli lahan untuk SMK 3, SMK 4, SMA 12 dan pembangunan unit sekolah baru yakni SMA 11.
Irfan yang juga pimpinan Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong agar pada tahun 2020 harus sudah terbangun serta membangun sekolah lainnya. 
“Sebagai wakil masyarakat Kota Depok, saya akan berjuang keras untuk memprioritaskan pemenuhan sarana pendidikan diwilayah Depok terutama SMA sesuai kewenangan saya,” tegas irfan. (Mil)
Jabarnews | Berita Jawa Barat


Artikel Asli

Tags :
properti

berita terkait

10 Berita Populer