bjb
itcbet

PIPPK, Otonomi Daerah Ala Kota Bandung

Walikota Bandung Oded M. Daniel. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

JABARNEWS | BANDUNG - Otonomi Daerah di Indonesia telah memberikan dampak positif di berbagai daerah. Setiap daerah bisa secara mandiri membangun sesuai dengan kebutuhan dan kearifan wilayah.

Hal itu pula yang terjadi di Kota Bandung. Di kota berpenduduk 2,4 juta jiwa ini, asas-asas Otonomi Daerah yang terdiri dari desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan diterjemahkan dalam Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK). Program yang bergulir sejak 2015 itu telah memberikan signifikan bagi pemerataan pembangunan.

Baca Juga:

Bobotoh Sabar, Pengembang Janji Satu Bulan Selesai

Wakil Wali Kota Bandung: Yang Penting GBLA Bisa Dipakai



Sebagai salah satu buktinya, PIPPK tahun 2018 yang telah banyak melahirkan infrastruktur baru di setiap wilayah. Ada 588.701 m2 jalan lingkungan yang diperbaiki, 106 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang direhabilitasi, dan ada 339 unit WC umum yang dibangun untuk kepentingan sanitasi.

Selain itu, dana PIPPK juga digunakan untuk merehabilitasi 491 unit kantor lembaga kemasyarakatan, memperbaiki 31.107 m2 gorong-gorong dan saluran air, serta membangun 26 unit sumur resapan. Warga juga secara mandiri membangun 606 unit gapura RW, memelihara 58 unit taman dan urban farming, memperbaiki 54 unit rumah ibadah, dan menyalakan 154 unit penerangan jalan lingkungan.
Halaman selanjutnya
Tags : PIPPK Otonomi Daerah Pemkot Bandung Wali Kota Bandung Oded M. Daniel

berita terkait

Ini Kata Pengembang Soal Turunnya Tanah Di Stadion GBLA

Dicari, 50 Ribu Pemuda Untuk Jadi KPPS Kota Bandung

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi