Unggah Ujaran Kebencian, Dosen di Bandung Diamankan Polisi

Ilustrasi. (Foto: beritagar.id)

JABARNEWS | BANDUNG - Solatun Dulah Sayuti alias SDS, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta Kota Bandung, diamankan polisi karena diduga mengunggah ujaran kebencian dan provokasi terkait aksi people power di media sosial.

SDS ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diteskrimsus) Polda Jabar di rumahnya, Kamis (9/05/2019).

Baca Juga:

Brimob Polda Jabar Cek Tebing Rawan Longsor, Masyarakat Lembang Diminta Waspada

Polisi Sita Puluhan Botol Miras dan Tuak di Kabupaten Bandung



"Pelaku menyebarkan ujaran kebencian dan menghasut yang dapat membuat keonaran, melalui media sosial," kata Dirkrimsus Kombes Pol Samudi di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Jumat (10/5/2019).

Dari hasil penyelidikan, SDS menyebarkan informasi tersebut dari grup di aplikasi Whatsapp, melalui grup 'PejuangPersatuanIndonesia' yang diikuti SDS.

SDS diduga menulis, "Harga Nyawa Rakyat jika People Power tidak dapat dielak: 1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka,".
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Ujaran Kebencian Dosen di Bandung Ditangkap Polisi UU ITE Polda Jabar People Power

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Soal Revisi UU ITE, Pengamat: Harus Berlaku Adil

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi