aqua

MK Batasi 15 Saksi dan 2 Ahli Dalam Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres

Pembatasan lebih memperhitungkan kualitas dibandingkan kuantitas saksi.

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman. (Foto: Kis/JabarNews)

JABARNEWS | JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan hanya 15 orang saksi dan 2 ahli yang bisa dihadirkan oleh pemohon, termohon dan pihak terkait dalam sidang lanjutan gugatan PHPU Pilpres 2019.

"Untuk besok pemohon ada 15 saksi dan 2 orang ahli, sama untuk termohon juga pihak terkait , 15 saksi dan 2 ahli," ucap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga:

Kuasa Hukum KPU Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Permohon Tim BPN

Kuasa Hukum KPU: Link Berita Jadi Alat Bukti Tak Berdasar



Alasan Mahkamah Konstitusi membatasi jumlah saksi dan ahli para pihak dalam memberikan keterangan dan argumentasinya adalah lebih memperhitungkan kualitas dibandingkan kuantitas saksi.

"Kami ingin menggali kualitas dibanding kuantitas. Karena itu, mahkamah minta kepada para pihak, walaupun apa yang didalilkan, disanggah dan disampaikan meski secara oral tidak dibuktikan, kami tidak menafikkan," ujar Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Suhartoyo menambahkan.

Oleh karena itu, kata Suhartoyo mempersilahkan para pihak (pemohon, termohon dan pihak terkait) untuk mendatangkan dan memilih saksi yang benar-benar menjelaskan dalil-dalil permohonannya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Sidang PHPU Pembatasan Saksi Mahkamah Konstitusi Pilpres 2019 Anwar Usman

berita terkait

Agenda Sidang MK Hari Ini, Yusril: Kita Sudah Siapkan Jawaban

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi