aqua

Paradigma Pembangunan Desa Telah Berubah dari Konsep Lama

Dulu sebagai Objek, Kini Menjadi Subjek

Asisten Deputi Pemberdayaan Desa Kemenko PMK RI, Herbert Siagian menjadi salah satu pembicara di Rakor Penguatan Ketahanan Masyarakat Dalam Pembangunan Desa, Kamis (20/6/2019) di Jakarta. (Foto: Ditjen PPMD)

JABARNEWS | JAKARTA - Paradigma pembangunan desa kini sudah berubah dari konsep lama. Jika sebelum Undang-Undang (UU) Desa Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, desa masih dianggap sebagai objek yang tidak memiliki inovasi dan kreativitas dalam menjalankan dan mengatur dirinya. Begitu UU Desa diberlakukan, perubahan paradigma terjadi secara drastis di lapangan.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Pemberdayaan Desa Kementerian Koordinator (Kemenko) PMK RI, Herbert Siagian, saat didaulat memberi materi di kegiatan Rakor Penguatan Ketahanan Masyarakat Dalam Pembangunan Desa, di Hotel Grand Kemang-Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca Juga:

Banyak Provinsi Tak Miliki Anggaran Peningkatan Kapasitas Kades

Dirjen PPMD Serukan Komitmen Untuk Tuntaskan Mandat UU Desa



Rakor yang diprakarsasi Kemendesa PDTT ini mengundang Kadis PMD Provinsi dan PMD Kabupaten/Kota di Indonesia.

Herbert menyatakan, pembangunan dan pemberdayaaan masyarakat desa, harus mampu mewujudkan desa sebagai tempat yang benar-benar demokratis.

Desa dapat mengakomodasi berbagai pilihan dan kesempatan bagi masyarakatnya sesuai eksistensi masing-masing. Dan hal itu dilakukan desa secara mandiri dan insklusif (terbuka).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kemenko PMK RI Dirjen PPMD Kemendesa PDTT Pembangunan Desa

berita terkait

Dirjen PPMD: Empat Mandat Dalam Berdesa Harus Terus Diperkuat

Sistem Aplikasi Go Desa akan Diterapkan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi