aqua

Nadhatul Ulama Jadi Perekat Kelompok dan Suku di Afghanistan

Logo NU Afghanistan. (Foto: Dok. NU)

JABARNEWS | JAKARTA - Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik & Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia Arifi Saiman mengatakan, Afghanistan merupakan lesson learned atau contoh model bagaimana Nadhatul Ulama (NU) menjadi perekat di antara kelompok dan suku di sana.

“Pengalaman selama ini, kumpul di satu forum yang sama sangat sulit. Tetapi lewat kepengurusan NU Afghanistan mereka bisa akur. Ini membuktikan bahwa konflik bisa diredam jika alat peredamnya pas dengan situasi,” ungkap Saiman, Selasa (18/6/2019), dilansir dari laman muslimoderat.net.

Baca Juga:

LP Ma'arif PBNU Protes Kemendikbud, Gara-gara Disebut Radikal Di Buku Pelajaran

Doakan Joko Widodo Kembali Terpilih, Said Aqil: Ini Bukan Kampanye



Ia menambahkan, ada prinsip-prinsip NU yang disetujui dan jadi dasar dalam NUA itu, seperti bersikap moderat, menentang radikalisme, mengedepankan rekonsiliasi dan toleransi.

“Ini menjadi pintu masuk utama. Mungkin dianggap sepele, tapi dampaknya signifikan,” jelasnya.

Konflik saudara berkepanjangan di negeri Afghanistan mendorong para ulama lokal berpikir keras untuk menyelesaikannya. Langkah awal yang dilakukan mereka ialah berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta pada tahun 2013 silam.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Nadhatul Ulama Nahdlatul Ulama Afghanistan PBNU Konflik Afghanistan

berita terkait

Inilah Pesan KH Said Aqil saat Hadiri Pelantikan PCNU Subang

Warga NU Diminta Tidak Ikut Aksi 22 Mei 2019

Menanti Kondusif Pasca Pilpres

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi