bjb

Selain Orang Tua, Bupati Tasik Ikut Tolak Adanya Batasan Zonasi dalam PPDB

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto. (Dok. Net)

JABARNEWS | TASIKMALAYA – Permasalahan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tahun 2019 ini, terus menuai kritikan dari masyarakat. Pasalnya, ribuan orang tua merasa keberatan akan adanya pembatasan wilayah dalam sistem zonasi.

“Jelas saya selaku orang tua sangat keberatan,” ungkap Ade, salah satu orang calon siswa yang hendak mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah Negeri ternama di Kota Tasikmalaya, Kamis (27/6/2019).

Lanjut ia katakan, dengan adanya sistem tersebut di era modern saat ini, dunia pendidikan seolah dibatasi langkahnya.

“Itu sangat tidak sebanding dengan selogan negara kita, yang menjungjung demokrasi, bukan pendidikan juga ternasuk dalamnya?” gumamnya

Mendengar kabar tersebut, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, angkat bicara. Menurutnya, dengan adanya sistem itu, bisa mematahkan mimpi orang tua, terutama bagi si anak atau calon siswa.

“Maka saya menolak akan adanya pembatasan zonasi tersebut,” ungkap Bupati Ade saat dijumpai sejumlah awak media beberapa waktu lalu.

Terkait adanya sekolah favorit, bagi Bupati Ade itu sesuatu yang wajar, dan justru menumbuhkan kompetisi yang sehat dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Sekolah favorit itu konsekuensi dari mutu. Jangan kita hindari persaingan tersebut. Justru harus memicu kualitas,” terangnya.

Baca Juga:

Ombudsman Terima 24 Laporan Dugaan Pelanggaran PPDB 2019

Komisi V DPRD Soroti PPDB 2019

Melihat permasalahan sistem pendidikan yang ada, bupati menilai, pondok pesantren bisa menjadi salah satu solusi. Apalagi, begitu banyak pesantren di wilayah Tasikmalaya. 

“Pastinya pesantren selain dapat ilmu yang sama di sekolah plusnya dapat ilmu agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, ketika dikonfirmasi mengatakan, adanya pembatasan wilayah dalam sistem zonasi di dunia pendidikan, berdasar pada perintah dari pemerintah pusat.

“Kami menjalankan dengan sesuai perintah pusat,” ujar Dadan saat dihubungi via sambung telepon.

Menanggapi kritikan masyarakat atau para orang tua, Dadan mengatakan, pihaknya tengah membahas dan mengkaji persoalan pembatasan zonasi tersebut. (Yud)

Jabar News | Berita Jawa Barat




Tags : PPDB 2019 Kabupaten Tasikamalaya Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Sistem Zonasi
properti

berita terkait

Disdik Kabupaten Bandung Ajak Awasi PPDB

Ciee..THR dan Gaji ke-13 Segera Tiba

Pembagian Zonasi PPDB Kota Bandung

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi