bjb

Betah di Zona Hijau, Akhir Bulan Juni IHSG Naik 0,09 Persen ke Level 6.358.

Ilustrasi (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Pada perdagangan awal Juli ini, Senin (1/7/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan kembali menguat. Level pergerakan berpotensi terjadi pada rentang level 6.358 hingga 6.438. Sebelumnya, sepanjang bulan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau atau bertumbuh sebesar 2,4%. Akhir pekan lalu, Jumat (28/6/2019), IHSG berhasil menguat tipis 0,09% ke level 6.358.

Dari Wall Street Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama akhir pekan lalu mengalami koreksi. Dow Jones turun 0,45%, indeks S&P 500 turun 0,36%, dan indeks Nasdaq Composite turun 0,32%.

Penyebabnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga the Fed yang berlebihan seakan tidak akan terjadi pada tahun ini. Hal ini datang dari pernyataan Presiden The Fed St. Louis James Bullard, yang memupuskan harapan adanya pemangkasan tingkat suku bunga acuan yang signifikan dalam pertemuannya FOMC Meeting bulan ini.

"Duduk di sini hari ini, saya rasa 50 basis poin [bps] akan berlebihan," ujarnya kepada Bloomberg TV, dikutip dari Reuters.

Presiden The Fed St. Louis James Bullard mengungkapkan bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps menjadi opsi yang paling rasional untuk saat ini.

"Saya tidak merasa situasi saat ini benar-benar memerlukan hal tersebut namun saya bersedia menurunkan 25 bps. Saya tidak suka mendahului pertemuan (The Fed) karena banyak hal bisa berubah hingga saat itu tiba. Namun, jika saya harus memutuskan hari ini, itulah yang akan saya lakukan," lanjutnya.

Meski The Fed sebagai bank sentral AS belum terlalu dovish atau bersabar, ada kabar baik dari pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia (KTT G-20). Meski belum membuat kesepakatan, AS-China berhasil memperbaiki hubungannya.

Seperti dilansir dari CNBC International, kedua negara secara terpisah mengumumkan setuju untuk tidak saling mengenakan bea masuk baru terhadap produk impor dari masing-masing negara.

"Kami menahan diri dari (mengenakan) bea masuk dan mereka akan membeli produk pertanian (asal AS)," tutur Trump, dilansir dari CNBC International.
Baca Juga:

Nathan Bocah Penderita Flek Paru Di Purwakarta Yang Sempet Viral, Ini Kondisinya

Terus Bergulir, Giliran Komunitas Di Purwakarta Dan Subang Tolak Cagar Alam Berubah Status


Dari dalam negeri, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk mempercepat putusan sidang sengketa Pemilu pada Kamis lalu, 27 Juni, yang sedianya paling lambat diputuskan Jumat. Dalam putusannya tersebut MK menolak semua tuntutan dari pasangan nomor urut 02.

"Menolak permohonan pemohon (Prabowo-Sandi) untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua MK Anwar Usman di gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Hal ini berimbas kepada pasar saham di mana investor merasa lega karena satu risiko ketidakpastian dari adanya Pemilu berakhir. IHSG pun naik dalam 2 hari perdagangannya.

Dari sisi teknikal, potensi penguatan IHSG masih terbuka mengingat posisinya yang masih bergerak di atas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir (moving average/MA5).

Menurut indikator teknikal RSI, IHSG memiliki kecenderungan naik. Ditambah lagi, level IHSG belum menyentuh level jenuh belinya (overbought) sehingga peluang kembali ditutup di zona hijau cukup terbuka.

Secara tren jangka pendek, IHSG memang bergerak naik (uptrend). Ada potensi IHSG akan kembali naik dengan menguji level 6.400 pada perdagangan hari ini. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Tags : IHSG CNBC Bursa Efek Indonesia

berita terkait

Wow! Foya-foyanya Kaum Tajir

BTN Dukung Program BUMN Dalam Islamic Nexgen Fest 2019

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi