Sulit Air, Pengrajin Bata Malah Untung

Ketika sebagian petani khawatie gagal paneh karena kesulitan air, pengrajin bata malah meraup untung karena kebanjira pesanan disaat musim kemarau ini.

Pengrajin bata di Ligung, Kabupaten Majalengka kebanjiran pesanan. (Foto: Erik/Jabarnews)

JABARNEWS | MAJALENGKA - Sebagian petani mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan air pada musim kemarau ini. Tetapi, bagi para pengrajin atau pembuat bata merah, kondisi seperti ini justru malah menjadi berkah dan menguntungkan. Salah satunya di Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, sejumlah pengrajin tanah liat di kawasan itu, kini sedang kebanjiran order.

Proses pengeringan yang cepat karena sinar matahari yang terik, membuat petani pengrajin bata lebih semangat, serta menghasilkan produksi bata lebih banyak hingga dua kali lipat.

Baca Juga:

Ini Langkah Terobosan Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan KDRT Di Majalengka

Jalan Ranji Kulon Majalengka Rusak Parah, Pemkab Berdalih Hanya Sebagian Jalur Yang Rusak



Salah seorang pengrajin bata di Desa Kedungkancana Kecamatan Ligung, Ajid (39) mengatakan, pada musim kemarau ini, dirinya justru tersenyum. Alasannya, ia tampak semangat karena menerima banyak pesanan.

"Musim kemarau ini membuat proses pengeringan atau penjemuran lebih cepat kering. Sehingga memudahkan saya untuk kembali memproduksi bata-bata baru," ujarnya, Kamis (4/7/2019).

Petani lainnya, Uri mengatakan, pemesan yang datang langsung kepadanya, dapat membeli bata siap pakai dengan harga miring yakni Rp.650 per/bata. Namun, jika membeli ke bandar, harga itu biasanya bervariatif yakni antara Rp. 700 hingga 750,-.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kabupaten Majalengka Pengrajin Bata Untung Musim Kemarau

berita terkait

Industri Menggeliat Di Majalengka, Ketua KSPSI: Perlu Sinergitas

Lima Sungai Besar Ancam Abrasi Di Majalengka

Pengembangan Smart City Di Majalengka Disambut Positif

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi