bjb
itcbet

Rekayasa Cuaca Jadi Pertimbangan Pemrov Jabar Atasi Kekeringan

Kekeringan melanda sebagian daerah Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG - Setelah Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2019 di Indonesia terjadi pada September. Pemprov Jabar sedang mengkaji rekayasa cuaca sebagai upaya untuk mencegah dan mengatasi masalah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Beberapa wilayah di Jabar saat ini mengalami kekeringan, bahkan sejumlah waduk atau bendungan di Jabar debitnya mulai berkurang. Padahal jika mengacu pada perkiraan BMKG saat ini belum memasuki puncak kemarau.

Baca Juga:

Emil: Optimistis, Atlet Jabar Bawa Pulang Piala Olympic World Summer Games 2019

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Jumat, 1 Februari 2019



Rekayasa cuaca seperti menciptakan hujan buatan dinilai bisa menjadi solusi. Namun seperti dikatakan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, tetap diperlukan kajian terkait efektivitas dan anggaran.

"Kita carikan solusi termasuk yang pernah dilakukan adalah rekayasa cuaca. Tentunya harus dilihat efektivitas karena harganya juga tidak murah tapi bukan tidak mungkin itu jadi solusi untuk daerah-daerah yang kondisi ekstrem," ucap Emil sapaannya, Sabtu (6/7/2019).
Halaman selanjutnya
Tags : Musim Kemarau BMKG Pemprov Jabar Rekayasa Cuaca Ridwan Kamil

berita terkait

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Kamis, 31 Januari 2019

Pembangunan Waduk Kuningan Sudah 88.35 Persen

Wagub Uu Resmikan Gedung Pusat Kemanusiaan Di Soreang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi