bjb

Entaskan Kemiskinan di Kota Bandung Melalui Z-Mart

Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan audiensi dengan Wali Kota Bandung, Ode M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Selasa (9/7/2019). (Foto: Humas Pemkot Bandung)

JABARNEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bakal berkolaborasi menggulirkan Z-Mart  untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan di Kota Bandung. Selain itu, Z-Mart juga akan melibatkan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM).

Z-Mart merupakan upaya memajukan kapasitas warung menjadi ritel mikro. Z-Mart adalah program pemberdayaan mustahik melalui pendayagunaan zakat yang dihimpun Baznas. Mustahik diberikan modal untuk berwirausaha yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyambut baik rencana pengembangan Z-Mart. Menurutnya bantuan yang diberikan kepada warga miskin tidak harus berupa kebutuhan sehari-hari yang sifatnya konsumtif.

"Pengentasan kemiskinan banyak bentuknya. Ada yang bagi sembako dan uang. Tapi ini sifatnya produktif," katanya saat menerima Audiensi Baznas di Pendopo Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Ia berpesan, agar program ini bisa menyasar orang-orang yang tepat. Selain itu, Oded berharap Baznas dapat berkoordinasi dengan instansi terkait agar tidak tumpang tindih dengan program pemberdayaan warga miskin yang lain.

"Program ini luar biasa ya, coba kita lebih fokus ya. Cukup 1-2 tapi fokus dengan kajian yang benar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Pusat, Deden ingin menyebarkan Z-Mart di Kota Bandung. "Kita ingin inisiasi paling tidak ada satu Z-Mart di setiap kelurahan. Kami memang serius. Warung memiliki potensi yang sangat besar. Tapi saat ini lebih banyak dikuasai ritel modern," katanya.

Ia menilai program dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Z-Mart sudah dikembangkan sejak 2016. Saat ini sudah ada 251 Z-Mart di lima provinsi di seluruh Indonesia.
Baca Juga:

Tutup Student Exchange, Philipina - Bandung Saling Tukar Pengetahuan Budaya

SIM Keliling Polrestabes Bandung Jumat, 1 Februari 2019


"Pulau Jawa, DKI Jakarta, Lombok, sudah berdiri Z - mart,"ujarnya.

Ia menyebutkan, satu Z-Mart membutuhkan modal sekitar Rp20 juta. Dana tersebut untuk keperluan modal, renovasi warung, penguatan usaha dan pelatihan serta pendampingan. Melihat potensi zakat di Kota Bandung, ia berharap bisa banyak berdiri Z-Mart.

Sedangkan Ketua Baznas Kota Bandung, Maman Abdurahman pun menyambut baik. Ia memaparkan, Baznas Kota Bandung pun telah memiliki program untuk pengentasan kemiskinan, yakni memberikan modal usaha kepada masyarakat miskin.

"Kita membantu modal sebesar Rp1 juta. Kita memeriksa setiap waktu tertentu. Termasuk juga memohon kepada yang dapat modal itu bisa menyimpan penghasilannya di koperasi syariah sebesar Rp25.000 per bulan," jelas Maman. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat




Tags : Baznas Pemkot Bandung Oded M. Daniel Kota Bandung Z-Mart LPEM
properti

berita terkait

Puluhan Tahun Pengembang Di Kota Bandung Belum Serahkan PSU

SIM Keliling Polrestabes Bandung Kamis, 31 Januari 2019

SIM Keliling Polrestabes Bandung Rabu, 30 Januari 2019

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi