bjb

Pemkot Depok Larang ASN Gunakan Jasa Ojek Payung

Anak-anak penjaja jasa ojek payung. (Foto: Net)

JABARNEWS | DEPOK - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, keluarkan surat imbauan untuk tidak menggunakan jasa anak menawarkan ojek payung ketika hujan turun untuk meniadakan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA) di Depok. Imbauan itu juga ditujukan ke para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Depok diharapkan tidak menggunakan jasa anak ojek payung dimanapun, khususnya saat di wilayah Balai Kota Depok," kata Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari di Depok, Rabu (10/7/2019).

Menurut Nessi, imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam bentuk surat kepada kepala Perangkat Daerah agar tidak menggunakan jasa anak ojek payung untuk meniadakan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA) di Depok.

"Langkah Wali Kota Depok, Mohammad Idris saya nilai tepat. Sebab dengan menggunakan anak ojek payung artinya turut mendukung upaya mempekerjakan anak-anak. Padahal, pekerjaan ini sangat membahayakan kesehatan mereka," jelasnya.

Baca Juga:

Catat! Pemkab Purwakarta Berikan Sanksi ASN Merokok Saat Jam Kerja

Memperingati Harganas, Walikota Depok Dukung Wujudkan Keluarga Berkarakter

Ia mengatakan imbauan tentunya menjadi komitmen Pemkot Depok dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Selain itu pula menjadi salah satu wujud kepedulian terhadap anak-anak yang sesuai dengan indikator Kabupaten/Kota Layak Anak. 

"Peran kita juga memberikan arahan kepada anak-anak itu agar tidak mencari rezeki dengan menjajakan jasa ojek payung," ujarnya. (Ara)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Tags : Ojek Payung Mempekerjakan anak BPTA Aparatur Sipil Negara Walikota Depok Mohammad Idris
properti

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi