Atalia Kamil: Perilaku PHBS Dapat Mencegah Stunting

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil. (Foto: Dok Humas Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menyatakan bahwa stunting pada anak dapat mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal sehingga stunting dapat menjadi faktor rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena berpengaruh terhadap produktivitas.

Baca Juga:

Caketum HIPMI Mardani H. Maming Sebut Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Diberi Insentif

Wagub Jabar: Kebijaksanaan Kades Merupakan Kunci Keberhasilan Desa Juara



Menurut Atalia, perilaku dan kesadaran hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan sejak dini. Karena untuk mencegah stunting, perilaku hidup bersih dan sehat harus sudah terbentuk pada periode emas, yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Pencegahan dan penanggulangan stunting sangat penting. 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode sensitif yang menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang. Di mana akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi," katanya saat menjadi pembicara pada Lokakarya Penguatan Posyandu dengan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Stunting di Marbella Suites Hotel, di Bandung, kemarin (10/7/2019).

"Saat ini, kita memprioritaskan 1.000 HPK sebagai periode utama untuk pencegahan stunting. Namun, karena stunting merupakan hasil dari permasalahan gizi secara kronis, idealnya, pencegahan stunting seharusnya dimulai lebih awal lagi, lebih ke hulu yaitu pada masa remaja," lanjutnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Bahaya Stunting Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Sumber Daya Manusia Lokakarya Penguatan Posyandu

berita terkait

Ingat! ASN Dilarang Pakai Gas LPG Bersubsidi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi