bjb

Tujuh Kecamatan di Sukabumi Kesulitan Air Bersih

BPBD Sukabumi menyalurkan air bersih kepada masyarakat. (Foto: Ara/Red)

JABARNEWS | SUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengemukakan sudah ada tujuh kecamatan di wilayah kesulitan air bersih, setelah sebulan mengalami musim kemarau.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, tujuh kecamatan tersebut meliputi Cidadap, Gegerbitung, Tegalbuleud, Waluran, Cikembar, Gunungguruh dan Cicurug. Daeng melanjutkan, tak menutup kemungkinan jumlah kecamatan yang warganya kesulitan air bersih ini bertambah.

Lanjut Daeng, laporan tersebut diterimanya dari beberapa wilayah yang ada. Meski begitu, kata dia, tidak semua desa di tujuh kecamatan tersebut terdampak alami kesulitan air bersih.

"Kesulitan air bersih ini karena dampak dari bencana kekeringan yang sudah terjadi sejak Juni 2019. Namun tidak di seluruh desa di setiap kecamatan yang warganya sulit mendapatkan air bersih," katanya di Sukabumi pada Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, untuk meringankan penderitaan warga yang terdampak pihaknya sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah lokasi seperti di Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung dimana ratusan warganya sudah kesulitan mendapatkan air bersih.

Bahkan, untuk mencarinya harus berjalan hingga beberapa kilometer, ujarnya, sebab sumur milik warga sudah kering meskipun ada airnya kondisinya keruh dan mengeluarkan bau sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Untuk menyalurkan air bersih itu, pihaknya menyiagakan enam unit truk tanki berkapasitas 5 ribu liter baik milik BPBD, Pemkab Sukabumi maupun Palang Merah Indonesia (PMI).
Baca Juga:

Ups! Partai Garuda Tidak Jadi Ikut Pemilu di Kabupaten Sukabumi

Dongkrak Partisipasi Pemilih KPU Kota Sukabumi gelar Konser Musik


"Untuk pipanisasi kami masih berkoordinasi sebab untuk pemasangannya harus ada sumber air dahulu dan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Sehingga tidak mudah dalam melakukan penanggulangan bencana ini," tambahnya.

Sementara itu, hingga kini pihaknya masih menunggu Pemerintah Provinsi Jabar untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana yang biasanya setelah ada penetapan di tingkat provinsi, kepala daerah di tingkat kabupaten atau kota segera menyesuaikan dengan menetapkan status tersebut.

Namun, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap melakukan penanggulangan dan memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih sehingga tidak harus menunggu dahulu penetapan status baru melakukan operasi. (Ara)

Jabar News | Berita Jawa Barat




Tags : Sukabumi Kemarau Kesulitan Air Bersih BPBD Kabupaten Sukabumi
properti

berita terkait

Di Kabupaten Sukabumi Partai Garuda Tidak Bisa Ikut Pemilu

Bupati Sukabumi serahkan HGU kepada Masyarakat

UPTD Litbang Keramik Plered Jadi Referensi Pengrajin Luar Purwakarta

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi