aqua

Pemerintah Ungkap Penyebab Anjloknya Harga Garam di Cirebon

Pemerintah akhirnya angkat bicara terkait penyebab anjloknya harga garam di Cirebon yang berada di kisaran harga Rp.300/kilogram.

Ilustrasi. (Dok. Net)

JABARNEWS | CIREBON - Pemerintah angkat bicara terkait penyebab anjloknya harga garam di Cirebon. Kementerian Koordinator Kemaritimam menyebut anjloknya harga garam disebabkan karena standar mutunya yang rendah.

Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono dalam bincang media mengatakan kabar turunnya harga garam di Cirebon yang hanya Rp300 per kilogram itu disebabkan karena garam hasil produksi petani di wilayah itu adalah garam berkualitas K2 atau K3.

Baca Juga:

Meriahnya Cap Go Meh Di Kota Cirebon

Anggarkan Dana Operasional KPU, DPRD Jabar Apresiasi Pemkot Cirebon



"Muncul isu harga itu dari Cirebon dan itu kualitas K2 atau K3. Mutu atau kualitasnya tidak bisa harganya disamakan dengan harga K1," ujar Agung Kuswandono di Jakarta, Jumat (13/7/2019).

Kualitas garam terbagi menjadi tiga kategori, yakni garam K1 dengan kandungan NaCl paling di atas 94 persen sehingga harga jualnya paling tinggi. Sementara, garam K2 dan K3 adalah garam dengan kualitas di bawah K1.

Agung pun menambahkan tidak ada masalah pada tata niaga garam. Pasalnya, produksi garam rakyat langsung diserap oleh PT Garam (Persero) dan diserap oleh perusahaan importir garam yang telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Perindustrian untuk menyerap garam rakyat.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Harga Garam Anjok Kemenko Maritim Kualitas Garam Rendah Cirebon

berita terkait

Selama Dua Hari, BI Cirebon Gelar Pasar Murah

Eti: Diharapkan Warga Manfaatkan Pasar Murah

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi