Universitas Majalengka Olah Limbah Tempe Jadi Biogas

proses fermentasi sendiri dilakukan selama dua bulan di sebuah tangki berkapasitas 4.000 meter kubik yang ditanam di bawah tanah.

Mahasiswa Universtas Majalengka ini menunjukan cara mengolah limbah tempe. (Rik/Jabarnews)

JABARNEWS | MAJALENGKA - Limbah tempe yang kerap menimbulkan bau tak sedap, faktanya dapat dimanfaatkan ulang sebagai bahan bakar biogas. Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Kerja Nyata Mahasiswa (KNM) Universtas Majalengka (UNMA) melakukannya di Desa Sukasari Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka.

Mahasiswa semester VI Fakultas Tehnik Prodi Sipil, Rama Nur Thoriq mengatakan dalam pengabdiannya kepada masyarakat di Desa Sukasari itu, pihaknya memperkenalkan utilitas atau perlengkapan dalam pembuatan biogas dari limbah tempe.

Baca Juga:

Waspada Isu Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19, Simak Ini

Pemkab Purwakarta Terus Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik



"Karena pada prinsipnya, semua sampah jika difermentasi itu akan menghasilkan gas. Oleh karena itu dalam dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, kami memperkenalkan utilitas pembuatan biogas kepada masyarakat."ungkapnya, Senin (15/7/2019).

Rama Nur Thoriq menjelaskan adapun limbah tempe yang digunakan untuk fermentasi adalah air rendaman kedelai setelah pertama kali direbus. Air tersebut mengandung banyak asam, setelah digunakan untuk merendam kedelai selama satu malam. Biasanya, air yang mengandung asam ini, dibuang begitu saja oleh para perajin tempe ke sungai kecil yang mengalir.

"Biasanya fermentasi air limbah tempe ini bisa sampai dua bulan, hingga menghasilkan gas, yang sekarang kita campur dulu sama kotoran sapi agar fermentasinya cepat, hanya dua minggu," jelasnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Limbah Tempe Pemanfaatan Limbah Daur Ulang Bermanfaat Universitas Majalengka

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi