bjb

Mahasiswa FKM UI Berdayakan Kader dan Dukun Bayi Cegah Stunting

Tim Pengabdian Masyarakat FKM UI bersama kader dan dukun bayi di Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara. (Foto: Antara)

JABARNEWS | BOGOR - Sebagian besar masyarakat mungkin belum mengetahui apa itu stunting. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Penyebabnya adalah karena kurangnya asupan gizi anak dalam jangka waktu lama.

Tim Pengabdi Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan upaya pemberdayaan kader dan dukun bayi dalam deteksi dini dan pencegahan stunting, kekerdilan yang terjadi pada anak akibat kurang gizi kronis.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader dan dukun bayi dalam deteksi dini dan pencegahan stunting di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, tersebut dilaksanakan selama lima bulan mulai Juli sampai November 2019.

"Diharapkan kegiatan pengmas ini dapat mendeteksi dan mencegah kejadian stunting pada anak serta meningkatkan pengetahuan kader dan dukun bayi dan menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang mendukung upaya nasional penanganan stunting," kata Ketua Tim Pengabdi Masyarakat FKM UI Evita Martha di kampus UI Depok, Selasa (23/7/2019)

Tim pimpinan Evita sudah memberikan pelatihan kepada 15 kader dan 15 dukun bayi agar bisa berperan sebagai promotor dalam pencegahan dan deteksi dini kasus kekerdilan anak di wilayah Kecamatan Bogor Utara.

Pelatihan kader dan dukun bayi diselenggarakan 17 sampai 19 Juli bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Puskesmas Bogor Utara.

Baca Juga:

Tekan Angka Stunting, Pemprov Jabar Luncurkan Desa Cageur

Waduh! Angka Stunting di Bogor Capai 32,9 Persen

Pelatihan untuk kader dan dukun bayi mencakup pemaparan materi mengenai konsep seribu hari pertama kehidupan, definisi dan pengenalan masalah kekerdilan pada anak, serta cara mendeteksi masalah kekerdilan pada anak.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi anak balita yang mengalami kekerdilan di Kota Bogor sebesar 29,8 persen, lebih tinggi ketimbang wilayah Jawa Barat yang lain seperti Depok, yang prevalensi balita yang mengalami kekerdilan sebesar 25,7 persen.

Evita menjelaskan, pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerdilan pada anak sangat penting.

"Upaya melibatkan kader dan dukun bayi dalam deteksi dini stunting pada balita, tidak lepas dari peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Kader dan dukun bayi tersebut lebih sering berinteraksi dengan ibu hamil, ibu bayi dan balita di lingkungan sekitarnya," tandasnya. (Ara)

Jabar News | Berita Jawa Barat



Tags : Bahaya Stunting Hari Pertama Kehidupan Perilaku PHBS FKM UI Kota Bogor Dinas Kesehatan Puskesmas

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi