KPK Panggil Kadisbudpar Bogor Terkait Korupsi Rachmat Yasin

Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300 juta karena menerima suap senilai Rp4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Antara)

JABARNEWS | BOGOR - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surjana dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi oleh mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY terkait tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/7/2019)

Baca Juga:

PJT II Jatiluhur: Tidak Ada Penggeledahan Ulang oleh KPK dan BPK

Tunggu Pimpinan KPK, Aktivis Subang Lakukan Aksi Duduk di Gedung Merah Putih



Selain itu, KPK juga memanggil satu saksi lainnya untuk tersangka Rahmat, yakni Bendahara Pengeluaran di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Mohamad Napis.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK masih mendalami terkait pemotongan anggaran yang dianggap utang oleh tersangka Rachmat Yasin. Sebelumnya, KPK telah mengumumkan Rachmat sebagai tersangka pada 25 Juni 2019.

Untuk kasus suap, tersangka Rachmat diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp8.931.326.223.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : KPK Gratifikasi Rahmat Yasin Tersangka Korupsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor

berita terkait

Menanti Buah Hati Saat mendapat Ujian Meikarta

Terbukti Bersalah, Billy Sindoro Dituntut Hukuman 5 Tahun Penjara

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi