bjb

Pedagang Pempek di Kota Ini Dikenakan Pajak

Ilustrasi. Pedagang Pempek. (Foto: Dok. Kompas)

JABARNEWS | PALEMBANG - Dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengklasifikasikan pedagang pempek dan makanan lainnya yang dikenakan pajak.

"Pengenaan pajak bagi pedagang ada klasifikasinya, tidak disamaratakan," kata Staf Khusus Wali Kota Palembang Bidang Industri dan Ekonomi Kreatif, Herlan Asfiudin di Palembang, Minggu (28/7/2019).

Pedagang pempek dan makanan lainnya yang dikenakan pajak bukannya kelas warung yang ada di kawasan permukiman penduduk.

"Pedagang yang kelasnya restoran dengan pendapatan mencapai puluhan hingga ratusan juta setiap bulannya yang dikenakan pajak, sementara kelas warung yang hasilnya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak dikenakan pajak," ujarnya.

Pedagang kecil tidak akan dibebani pajak, mereka justru dibantu dan didorong untuk tumbuh serta berkembang menjadi besar.

Baca Juga:

Samsat Majalengka Dipadati Warga Usai Libur Lebaran

Yuk Kenali Kriteria Rumah Bebas Pajak Berdasarkan Aturan Baru

Untuk membantu pedagang kecil, Pemkot Palembang mengalokasikan dana miliaran rupiah setiap tahun yang bisa digunakan untuk tambahan modal dan pengembangan usaha.

Kebijakan mengenakan pajak bagi pedagang makanan khas daerah diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat.

Pemkot berupaya mencari sumber PAD tanpa membebani masyarakat, dengan memaksimalkan pendapatan daerah dapat mendukung pendanaan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan warga di Bumi Sriwijaya ini, kata Herlan yang juga Ketua PHRI Sumsel itu. (Ara)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Tags : Pedagang Pempek Pajak Pemkot Palembang Makanan Khas Palembang
properti

berita terkait

E-Samsat Menjadikan PAD Jawa Barat Naik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi