aqua

Upah Beda Signifikan, Ratusan Perusahaan Hengkang dari Jabar

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat mencatat dalam 3 tahun terakhir terdapat 21 pabrik pindah dari Jawa Barat, dan 143 pabrik tutup.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi OPD terkait bertemu dengan Wakil dari International Labour Organization ILO di Gedung Sate. (Foto: Humas Prov Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Ratusan pabrik di Jawa Barat memilih untuk angkat kaki ke Jawa Tengah karena selisih upah. Kondisi ini terkait dengan kenaikan upah yang terjadi tiap tahun.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, dinamika upah tiap tahun ini, membuat beberapa industri gulung tikar dan pindah ke provinsi lain, bahkan ke luar negeri.

Baca Juga:

Wow.. Disnakertrans Jabar Sediakan Ribuan Loker

Hore.. Mulai Tahun 2021 Fasilitas Umum di Cianjur Ramah Difabel



“Ada 100-an lebih pabrik yang tutup di Jawa Barat, ada yang pindah juga. Totalnya ada 140-an, antara yang tutup dan pindah. Pindah terbagi ada yang pindah ke provinsi lain, ada yang keluar negeri. Hampir semua, alasan penutupan itu berkaitan dengan upah yang tinggi,” kata dia selepas bertemu dengan perwakilan ILO, di Bandung, Senin 29 Juli 2019.

Ridwan Kamil mengatakan, upah di Jawa Barat bervariasi karena sistem upah Indonesia yang terdesentralisasi pada kepala daerah. Soal sistem upah inilah yang disoroti perwakilan ILO.

“Ini yang jadi sorotan mereka, subjektivitas pengupahan ini gap-nya terlalu jauh. Contoh Pangandaran Rp 1,6 juta, kalua tidak salah dengan Karawang Rp 4,2 juta, bisa sampai Rp 2,5 juta bedanya,” kata Ridwan Kamil.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Upah Minimun Provinsi Perusahaan Tutup Disnakertrans Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ILO

berita terkait

Disnakertrans: UMK di Jawa Barat di Atas UMP

SBMI: Masyarakat Diimbau Tak Tergiur Bekerja Di Luar Negeri

Adanya PMI Ilegal Buat Disnakertrans Purwakarta Kewalahan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi