aqua

Soal Pemujaan di Gunung Hejo, Ini Kata Juru Kuncinya

Juru Kunci, Abah Kecrik sedang menceritakan sejarah Gunung Hejo saat ditemui di gubuk tempat dirinya tinggal. (Foto: Gin/Jabarnews)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Gunung Hejo dikenal sebagai tempat ritual pemujaan dan pesugihan, oleh masyarakat Purwakarta maupun masyarakat di luar Purwakarta.

Konon katanya, banyak orang dari berbagai daerah datang ke sini untuk meminta kekayaan dan sebagainya. Gunung Hejo sendiri dianggap sebagai salah satu lokasi kerajaan gaib terbesar di Pulau Jawa.

Baca Juga:

Selain Gencar Sosialisasi Pencegahan Covid-19, Polisi di Purwakarta Lakukan Ini

Pemuda Purwakarta Bikin Aplikasi untuk Bantu Penjualan UMKM di Tengah Pandemi



Gunung Hejo letaknya cukup jauh dari jangkauan pemukiman masyarakat umum, dan lokasinya masuk ke wilayah Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Menurut Juru Kunci Gunung Hejo, Mustopa bin Ija Banten (94) menceritakan, asal mula dinamakan Gunung Hejo adalah pernah terjadi kebakaran hutan di area Hejo, hingga meluluhlantahkan semua area tersebut. Saat bencana itu, semua hangus terbakar, tetapi hanya Gunung Hejo yang tidak tersentuh api sedikitpun.

"Pada jaman dulu, pernah juga terjadi musim kemarau yang panjang hampir 9 bulan lamanya. Pohon dan semak belukar kekeringan, bahkan dedaunan menguning rontok. Namun, hanya pohon-pohon di sekitar area gunung itu yang masih berwarna hijau, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Hejo," jelas pria yang akarab disapa Abah Kecrik, saat ditemui di Gunung Hejo, Selasa (30/7/2019).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Gunung Hejo Purwakarta Juru Kunci Gunung Hejo Pemujaan Pesugihan Patilasan Kasuhunan Prabu Siliwangi

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi