Draft RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Dinilai Usang

Yang terjadi sekarang RUU ini itu tidak mencerminkan keterlibatan para pemegang kepentingan.

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Pengamat Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menyatakan Indonesia belum siap untuk menerapkan Undang-undang Keamanan dan Ketahanan (Kamtansiber).

Pasalnya dalam aturan-aturan yang termuat dalam draf RUU Kamtansiber sudah usang yang isinya merefleksikan kondisi yang terjadi pada tahun 2013-2014.

Baca Juga:

Ngantre!... Anggota DPR Kembali Terjerat Kasus Korupsi

Helikopter Angkut Rombongan Caleg DPR RI Jatuh Di Tasikmalaya



“Sekarang sudah 2019, ancamannya sudah berubah. Yang namanya cyber itu enggak bisa ancamannya hanya satu, ini sekarang banyak potensi ancaman yang ada, dan kita harus pahami itu dulu. Belum ada kesiapan, belum ada pemahaman,” kata Ardi dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya RUU Kamtansiber masuk dalam Daftar Proyek Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR dan ditetapkan sebagai inisiatif DPR. Kemudian, DPR kemudian berupaya mempercepat pengesahan RUU itu menjadi UU.

Oleh karenanya Ardi menyebutkan sebaiknya DPR melakukan pendalaman terhadap sejumlah pasal dalam draft RUU Kamtanasiber yang hanya bisa dilakukan kalau memang semua pemegang kepentingan, takeholder yang ada bisa diajak duduk dan ikut diskusi.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : ICSF RUU Kamtansiber Ardi Sutedja DPR RI

berita terkait

Komisi X DPR RI Menilai Persiapan UN di Purwakarta Cukup Baik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi