aqua

MUI Sebut Radikalisme Borpotensi Lahirkan Konflik

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa ada dua tantangan yang dihadapi Pancasila ke depan, yakni radikalisme agama dan radikalisme sekuler. Keduanya adalah paham yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pancasila dan Ancaman Radikalisme yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Jakarta, Jum’at (2/8/2019).

Baca Juga:

Lagi, 212 Beraksi

Polda Jabar Bersama Kodam Siliwangi Perketat Keamanan Tempat Ibadah Di Jabar



Dijelaskannya Zainut, radikalisme agama adalah gerakan yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang berbasiskan agama, contohnya khilafah.

Gerakan ini secara masif melakukan penyebaran fahamnya melalui berbagai media dengan menyasar banyak kalangan.

"Meskipun HTI sebagai ormas yang mengusung faham khilafah sudah dibubarkan oleh pemerintah tetapi ajarannya terus didakwahkan oleh kader-kadernya kepada banyak kalangan terkhusus kepada kelompok-kelompok staregis, misalnya pelajar, mahasiswa, ASN dan kalangan militer,” ujarnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi MUI Radikalisme Pancasila

berita terkait

Dai Muda Purwakarta Dukung Wacana Fatwa Haram Game PUBG

MUI Kaji Sejumlah Game Online

Game PUBG Haramkah?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi