Terdampak Perang Dagang, Penjualan Avanza Tetap Tumbuh 1.000 Unit

berkat penyegaran mobil tersebut pada awal tahun sehingga permintaan dan penjualan mobil setiap bulannya sekitar 1.000 unit

Peresmian touring perdana Festival Avanza-Veloz Sebangsa di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Red)

JABARNEWS | BANDUNG - Meskipun perang dagang Amerika Serikat dan China masih berlangsung yang berimbas pada perlambatan perekonomian global, termasuk Indonesia, mempengaruhi pasar otomotif di Indonesia, yang cenderung turun.

Permintaan dan penjualan mobil serbaguna kecil (low MPV) Toyota Avanza tumbuh setiap bulannya sekitar 1.000 unit menjadi 7.000 sampai 8.000 unit per bulan berkat penyegaran mobil tersebut pada awal tahun sehingga tampilan eksteriornya makin gagah dengan kekedapan suara makin tinggi.

Baca Juga:

Perawat Kota Bandung Berkesempatan di Kota Toyota, Jepang

Bantu Program Pemerintah, Toyota Siap Produksi Mobil Hybrid



"Sejak diperkenalkannya Avanza baru pada awal tahun 2019, permintaan dan penjualan Avanza menunjukkan kinerja positif dibandingkan tahun lalu alias naik sekitar 1000 unit per bulannya menjadi 7-8 ribu per bulan," kata Executive GM PT Toyota Astra Motor (TAM) di Jakarta

Namun Avanza yang merupakan kendaraan keluarga dengan tujuh penumpang itu tetap tumbuh, berkat penyegaran yang dilakukan Toyota pada awal tahun.

"Avanza masih merupakan tulang punggung penjualan Toyota dengan kontribusi di atas 20 persen," kata Soerjo, sapaan Fransiscus Soerjopranoto.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Toyota Avanza Perekonomian Global Toyota Mobil MPV

berita terkait

Heboh! Mobil Dinas Terparkir di Gedung Sate Hilang

Seorang Pengemudi Tewas Dalam Kecelakaan di Tol Cipularang Km 90

Resmi Mengaspal, Xpander Cross Jadi Andalan di Pasar ASEAN

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi