bjb
itcbet

Masyarakat Ibun Ingin Merasakan Bonus Panas Bumi PLTP Kamojang

Lokasi PLTP Kamojang. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Energi panas bumi (atau energi geothermal) adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas dalam bumi. Namun, tokoh masyarakat Kecamatan Ibun, Moch Rachmat mempertanyakan azas keadilan dalam pembagian dana bagi hasil (DBH) dan dana bonus panas bumi yang dihasil perusahaan energi panas bumi di Kawasan Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Pada 2018 Kabupaten Bandung, kata Rachmat, dikabarkan menerima bonus panas bumi sebesar Rp 65,5 miliar, yang direalisasikan dalam pemanfaatannya pada 2019 ini. Sedangkan pada 2017, Kabupaten Bandung menerima dana bagi hasil sebesar Rp 99,750 miliar.

Baca Juga:

Pohon Besar Di Cicalengka Tumbang, Jalan Lumpuh Total

Jamu Persiwa, Persib Masih Upayakan Main Di GBLA



Sedangkan untuk pengaturan bonus panas bumi, imbuh Rachmat, diatur berdasarkan Peraturan Presiden No 55 tahun 2005. Namun dalam pengaturan pembagiannya, yaitu 32 persen untuk kabupaten penghasil, 32 persen untuk kabupaten/kota dalam provinsi, 16 persen untuk provinsi dan 20 persen untuk pusat.

"Mekanisme pembagiannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Dana Perimbangan Pusat dan Daerah, yaitu daerah 80 persen dan pusat 20 persen. Teknis pembagiannya, yaitu pemindahan dari kas umum negara ke kas umum daerah," kata Rachmat. Selasa (20/8/2019).
Halaman selanjutnya
Tags : PLTP Kamojang Panas Bumi Dana Bagi Hasil Bandung

SEREMONIA

berita terkait

Bojan Terlambat Gabung Persib Karena Masalah Visa

Bojan Mulai Berlatih Bersama Punggawa Persib

Kadis Damkar Kabupaten Bekasi Akui Terima Rp 1 M Meikarta

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi