bjb
itcbet

Keluh Kesah Pedagang TWA Tangkuban Parahu Kepada Staf Presiden

Wisata hutan pinus PAL 16 Cikole. (Foto: Tripadvisor)

JABARNEWS | BANDUNG - Demi terjaganya kelestarian lingkungan hidup, konservasi alamnya serta kearifan lokal membuat wisata alam semakin asri. Namun, dengan adanya pelanggaran seperti penebangan pohon Pamanah Rasa, membuat Difasilitasi Kantor Staf Presiden (KSP), masyarakat dan para pedagang yang biasa berjualan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu mengungkapkan keluh kesah mereka kepada BKSDA Jawa Barat.

Para pedagang mencurahkan isi hati mereka selama berdagang di kawasan wisata tersebut kepada pihak BKSDA Jabar yang diwakili oleh Kepala Resort TWA/CA Gunung Tangkuban Parahu, Suryatman.

Baca Juga:

Kembali Erupsi, Polisi Tutup Kawasan Gunung Tangkuban Parahu

Emil Imbau Tidak Sebar Info Invalid Erupsi Tangkuban Parahu



Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tangkuban Parahu, Asep Dian Heryadi atau akrab disapa Yosep, menyampaikan apa yang menjadi pembicaraan antara pihak masyarakat dengan BKSDA dan Staf Presiden Ariani Djalal.

“Yang dibicarakan antara lain memgenai hubungan para pedagang atau masyarakat dengan pengelola TWA Tangkuban Parahu. Kami merasa tidak nyaman Tangkuban Parahu dikelola oleh PT GRPP. Sudah sekian lama terpendam, lama-lama muak juga,” kata Yosep di hadapan Staf Presiden, Ariani Djalal, Selasa (20/08/2019).
Halaman selanjutnya
Tags : Wisata Alam Hutan Pinus Cikole Tangkuban Parahu Lembaga Masyarakat Desa Hutan

SEREMONIA

berita terkait

Kondisi Tangkuban Perahu Minggu Malam Berangsur Normal

Erupsi Tangkuban Parahu Tidak Memicu Pergerakan Patahan Cimandiri

Lalu Lintas Lembang Sepi Pasca Erupsi Tangkuban Perahu

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi