aqua

Radikalisme Berawal Persoalan Ekonomi Sosial serta Ketidakadilan

Meski pun organisasi dibubarkan akan tetapi ideologi tetap berkembang.

Dari kiri- Ketua PWI Majalengka Jejep Falahul Alam dan Alan Barok Ulumudin Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat. (Foto: Kis/JabarNews)

JABARNEWS | MAJALENGKA - Alan Barok Ulumudin, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat menegaskan bahwa munculnya tindakan radikalisme adalah berawal dari persoalan ekonomi sosial dan ketidakadilan.

Puncaknya sejak reformasi bergulir dengan bermunculan kelompok atau gerakan bebas baik semisal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Ini Seruan Ketua MUI Purwakarta Jelang Pelantikan Presiden

Tujuh Kepsek Terindikasi Radikalisme Dipecat



Dengan muculnya gerakan itu membuka ruang organisasi ekonomi sosial agama maupun politik sebagai manifestasi kebebasan berekspresi.

"Faktor faktor tersebut saya simpulkan dari literasi bahwa pemantiknya adalah ekonomi dan sosial," kata Alan dalam dialog khusus dengan tema 'Metamorfosis Gerakan Radikalisme sebagai Ancaman Bangsa, di Majalengka, Rabu (21/8/2019).

Alan juga membeberkan yang paling kental faktor atau penyebab dari gerakan radikalisme itu adalah soal ekonomi kemudian yang kedua sosial serta penegakan supremasi hukum yang timpang.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Radikalisme Ekonomi Sosial Ketidakadilan PWI Majalengka Pemuda Muhammadiyah

berita terkait

Waspada Penyebaran Radikalisme Menyasar Mahasiswa Baru

1.500 Situs dan Konten Radikalisme-Terorisem Diblokir Kominfo

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi