TPDI Meminta Kapolri Bebaskan Mahasiswa Papua

Aksi demo bagian dari hak yang besifat konstitusional di dalam negara hukum Indonesia yang juga adalah hak mahasiswa Papua.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus. (Foto: Odo/JabarNews)

JABARNEWS | JAKARTA - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) meminta meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk membebaskan mahasiswa Papua yang ditahan baik dengan jaminan atau tanpa jaminan.

Dua mahasiswa Papua yang ditangkap polisi di Depok ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Keduanya diciduk di sebuah rumah yang disewa sebagai asrama mahasiswa di Kelurahan Pondok Cina, Beji, pada Jumat malam, (30/8/2019) lalu.

Baca Juga:

Satgas Bentukan Kapolri Dinilai Gagal Usut Pelaku Teror Novel Baswedan

Demo Mahasiswa Cianjur Akibatkan Aparat Kepolisian Luka-Luka



TPDI juga meminta agar penangkapan dan penahanan terhadap mahasiswa Papua untuk dilakukan pendekatan hukum secara lunak. Pada prinsipnya harus tetap menghormati Hak Asasi Manusia (HAM).

"Pendekatan yang lunak melalui mekanisme pemanggilan adalah lebih baik. Karena aksi demo yang dilakukan oleh aktivis Mahasiswa Papua pasca peristiwa yang bersifat rasis dan/atau sara yang terjadi di Surabaya, korbannya adalah Mahasiswa Papua itu sendiri," ujar Koordinator TPDI, Petrus Selestinus kepada Jabarnews.com, Rabu (4/9/2019).

Menurut Petrus, aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk protes secara bertanggungjawab yang menuntut agar hukum nasional Indonesia ditegakan. Tentunya setiap warga negara mendapat perlakuan yang sama di mata hukum.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Mahasiswa Papua Tim Pembela Demokrasi Indonesia Kapolri Demo Mahasiswa Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Empat Polisi Terbakar di Cianjur Dapat Kenaikan Pangkat

Tersangka Kasus Polisi Terbakar Bertambah Dua Orang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi