bjb

Perpusnas Expo 2019 Hadirkan Seri Prangko Naskah Kuno Nusantara

Seri Prangko Naskah Kuno Nusantara. (Foto: Red)

JABARNEWS | BANDUNG - Di era modern saat ini pengetahuan berkembang dengan cepat, perpustakaan mampu menghubungkan antara kemajuan peradaban dengan masyarakat. Agar tetap relevan dengan masa depan perpustakaan harus bertransformasi.

Tidak sekedar melayani kebutuhan pemustaka, tapi kandungan pengetahuan juga harus disebarluaskan. Untuk itu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Perpusnas Expo 2019, kegiatan resmi meluncurkan empat prangko baru dalam seri Prangko Naskah Kuno Nusantara hasil kerja sama dengan PT Pos Indonesia dan PT Peruri sebagai bagian dari Perpusnas Expo 2019.

"Kami sangat berterima kasih karena dengam dibuatnya ini sekaligus memperkenalkan bahwa empat naskah ini sebagai naskah memory of the world. Dan ini pertanda kita juga memperkenalkan kepada generasi muda kita," ujar Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando dalam video sambutan di acara peluncuran di Gedung Perpusnas, Jakarta Pusat pada Kamis (5/9/2019).

Seri Prangko Naskah Kuno Nusantara memiliki empat jenis seri yang diangkat dari berbagai naskah kuno yang menjadi bagian dari kekayaan sastra nusantara. Semua naskah asli yang dijadikan seri Prangko Naskah Kuno disimpan di Perpustakaan Nasional RI.

Seri yang pertama adalah hikayat La Galigo yang merupakan epik mitos penciptaan peradaban suku Bugis di Sulawesi Selatan. Versi tertulis La Galigo sendiri merupakan salah satu karya sastra terbesar dengan jumlah bagian yang telah diawetkan mencapai 6.000 halaman atau sekitar 300.000 baris teks.

Baca Juga:

Kejari Kota Cirebon bersama PT Pos Indonesia Lakukan MoU Biaya Tilang

Pemkab dan DPRD Rejang Lebong Dinilai Tidak Peduli Nasib Korban Penggelapan Kantor Pos

Naskah kedua yang masuk dalam seri prangko terbaru adalah Babad Dipanegara yang menceritakan kisah hidup Pangeran Diponogoro yang hidup pada 1785 hingga 1855. Naskah itu ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Sulawesi Utara pada 1831.

Teks kuno yang ketiga adalah Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca dalam bentuk kekawin atau syair puisi. Naskah kuno itu diperkirakan ditulis pada 1365 di era kejayaan Kerajaan Majapahit.

Cerita Panji merupakan naskah kuno terakhir yang diabadikan menjadi prangko dalam seri Prangko Naskah Kuno. Cerita Panji sendiri merupakan kumpulan cerita yang berasal dari zaman ketika banyak kerajaan-kerjaan pernah memerintah di Pulau Jawa.

La Galigo, Babad Dipanagara, Negarakertagama dan Cerita Panji sudah dimasukkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) sebagai bagian daftar Memory of The World atau Ingatan Kolektif Dunia. (Ara)


Tags : Pos Indonesia PT Peruri Perpusnas 2019 Prangko Naskah Kuno Pertpusnas Expo Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini
properti

berita terkait

Inginkan Kepastian Korban Penggelapan Datangi Kantor Pos Curup

Polemik Di PT Pos

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi