aqua

Respons Bupati Bogor Soal Maraknya Kawin Kontrak di Kawasan Puncak

Pemkab Bogor gelar aksi Nongol Babat (Nobat), yakni dengan melakukan operasi prostitusi di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor

Bupati Bogor, Ade Yasin. (Foto: Net)

JABARNEWS | BOGOR - Masuknya warga negara timur tengah atau wisatawan Arab bekunjung ke Indonesia dan menyambangi Puncak Bogor menjadikan identitas masyarakat sekitar krisis identitas. Terlebih marak sekali ditemukan yakni kawin kontrak dengan penduduk sekitar.

Seperti diketahui, belakangan ini masyarakat dunia maya sempat dihebohkan dengan video pemberitaan mengenai kawin kontrak di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor berjudul "Wisata Halal".

Baca Juga:

Sitem MRLL Siap Urai Kemacetan Puncak Bogor

Bupati Bogor Sesalkan Video Lama Kawin Kontrak Kembali Viral



Maraknya fenomena tersebut membuat Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan pernyataan resmi merespons pemberitaan mengenai kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah melaksanakan aksi Nongol Babat (Nobat), yakni dengan melakukan operasi prostitusi di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, termasuk di kawasan Puncak, Cisarua," kata Ade Yasin melalui keterangan tertulisnya. Minggu (8/9/2019).

Menurutnya, Program Nobat tidak hanya melakukan operasi prostitusi, melainkan juga melaksanakan operasi penertiban bangunan yang disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi. Bangunan itu meliputi hotel, villa, penginapan, kontrakan, dan tempat-tempat hiburan.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kawin Kontrak Puncak Bogor Wisata Halal Warga Krisis Identitas Operasi Prostitusi Nongol Babat Pemkab Bogor Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Puncak Bogor

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi