aqua

Pernyataan Menpora Dinilai Lukai Hak Anak terkait Merk Rokok

Sudah tidak bisa terbantahkan bahwa Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum di beberapa kota menggunakan brand image Djarum.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. (Foto: Antara)

JABARNEWS | JAKARTA - Pernyataan Menteri Pemuda dan Olarga (Menpora) Republik Indonesia Imam Nahwawi yang dituangkan dalam surat yang ditujukan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai Arist Merdeka Sitait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dapat melukai hak anak atas dampak bahaya tembakau terhadap kesehatan serta cacat dan bertentangan dengan hukum, terkesan terburu-buru, tidak arief dan bijaksana.

Padahal, ujar Artist, sudah tidak bisa terbantahkan lagi bahwa penyelenggaraan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis yang dilaksanakan PB Djarum di beberapa kota menggunakan brand image Djarum dan jersey yang dipakai ribuan anak sebagai peserta audisi berupa logo, spanduk, banner, kaos dan jaket dan atribut lainnya dengan merek Djarum yang identik dengan rokok Djarum sebagai sponsor utama melalui program Djarum Foundation.

Baca Juga:

Polemik Audisi Pencarian Bakat Bulutangkis

Menpora Minta Audisi Bulu Tangkis Djarum Foundation Dilanjutkan



Apakah ini tidak disebut sebagai pemanfaatan anak untuk mempromosikan dan memperkenalkan rokok kepada anak-anak dan bukankan ini sebagai iklan terselubung.

"Saya nilai, Menpora sangat tetburu-buru menyatakan tidak memenuhi unsur eksploitatif dan meminta PB Djarum untuk meneruskan program pencarian bakat dan minat anak melalui kegiatan Audisi beasiswa Bulu Tangkis Djarum," kata Arief dalam rilisnya, Senin (9/9/2019).

Arist juga menyayangkan sikap Menpora yang sesungguhnya patut dan wajib melindungi anak dari bahaya tembakau dan paparan asap rokok.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Audisi Bulu Tangkis Komnas Perlindungan Anak PB Djarum Hak Anak KPAI Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Heboh, Pria Mesum Berkeliaran Di Karawang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi