Petrus Selestinus: KPK Gagal Cegah Korupsi Karena Kurang Dukungan Polri

KPK selama ini hanya memberantas kejahatan korupsi, sementara kejahatan nepotisme dan kolusi tidak pernah disentuh.

Advokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Petrus Selestinus. (Foto: Odo/Jabarnews)

JABARNEWS | JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), Petrus Selestinus angkat bicara terkait polemik revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) No. 30 tahun 2002.

"Tugas utama KPK adalah mencegah dan memberantas korupsi sampai lembaga pemerintah yang menangani tindak pidana korupsi berfungsi secara efektif dan efisien," ujar Petrus yang merupakan Advokat Peradi.

Baca Juga:

Ngantre!... Anggota DPR Kembali Terjerat Kasus Korupsi

Helikopter Angkut Rombongan Caleg DPR RI Jatuh Di Tasikmalaya



Apalagi usia KPK kata Petrus sudah berjalan 15 tahun. Artinya KPK lebih paham mana yang menjadi kekurangan dan kelebihan atau kekuatan UU No. 30 Tahun 2002 tersebut. Lalu apa saja yang menjadi kendala utama yang dihadapi KPK sehingga pemberantasan korupsi belum berhasil.

Menurut Petrus, indikator suksesnya pemberantasan korupsi terletak pada apakah di kalangan Penyelenggara Negara sudah menjadikan perilaku hidup bersih dan bebas dari KKN sebagai bagian dari gaya hidup.

"Selama masyarakat khususnya Penyelengara Negara masih menjadikan KKN sebagi bagian dari gaya hidup, maka pemerintah dianggap gagal atau belum berhasil menciptakan ASN dan Penyelenggara Negara yang bebas dari KKN," kata Petrus kepada Jabarnews.com, Rabu (11/9/2019).
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Revisi UU KPK Polemik KPK FPAK Bandung DPR RI Lembaga Antirausah Advokat Peradi Petrus Selestinus Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Komisi X DPR RI Menilai Persiapan UN di Purwakarta Cukup Baik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi