Penggunaan Speed Gun Diperlukan Untuk Tekan Angka Kecelakaan

Dengan Speed Gun jika ada pelanggar maka hasilnya akan diketahui melalui print out yang dikirim melalui digital ke Receiver Detection

Petugas kepolisian sedang mengawasi kendaraan yang melintasi jalan tol dengan menggunakan speed gun. (Foto: Humas Polres Majalengka)

JABARNEWS | BANDUNG - Kecepatan berkendara di jalan tol sebenarnya telah dibatasi, minimum 60 kilometer per jam dan batas kecepatan maksimum 80 kilometer perjam. Namun pada kenyataannya para pengendara jalan tol tak mengindahkan peraturan ini.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat menilai penerapan Speed Gun (radar kecepatan) memang perlu diadakan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mendorong hal tersebut untuk menindak pelanggar yang melebihi batas kecepatan di Jalan Tol.

Baca Juga:

Update: Jumlah Penduduk Jabar 48,27 Juta Jiwa Per September 2020

Gugat Ayahnya Rp3 Miliar, Ternyata Ini Latar Belakang Deden



"Ya memang itu (Speed Gun) salah satu rekomendasi kita. Memang harus begitu (diterapkan)," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana di Bandung, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya Speed Gun perlu diterapkan khususnya di Tol Cipularang sekitar kilometer 90 sampai 100. Karena menurutnya wilayah yang kerap terjadi kecelakaan tersebut kontur jalannya menurun.

"Karena di situ jalurnya landai menurun, tidak terasa kalau orang lewat ke situ tambah kecepatan," kata dia.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Ditlantas Polda Jabar Kecelakaan Tol Cipali Speed Gun Tol Cipularang Kecelakaan Maut Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Lagi! Cellica Nurrachadiana Menjabat Bupati Karawang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi