aqua

Penggunaan Speed Gun Diperlukan Untuk Tekan Angka Kecelakaan

Dengan Speed Gun jika ada pelanggar maka hasilnya akan diketahui melalui print out yang dikirim melalui digital ke Receiver Detection

Petugas kepolisian sedang mengawasi kendaraan yang melintasi jalan tol dengan menggunakan speed gun. (Foto: Humas Polres Majalengka)

JABARNEWS | BANDUNG - Kecepatan berkendara di jalan tol sebenarnya telah dibatasi, minimum 60 kilometer per jam dan batas kecepatan maksimum 80 kilometer perjam. Namun pada kenyataannya para pengendara jalan tol tak mengindahkan peraturan ini.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat menilai penerapan Speed Gun (radar kecepatan) memang perlu diadakan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mendorong hal tersebut untuk menindak pelanggar yang melebihi batas kecepatan di Jalan Tol.

Baca Juga:

Kecelakaan Tunggal, Bus Bima Suci Masuk Jurang Di Tol Cipularang

Kecelakaan Tunggal, Bus Bima Suci Masuk Jurang Di Tol Cipularang KM 70+400



"Ya memang itu (Speed Gun) salah satu rekomendasi kita. Memang harus begitu (diterapkan)," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana di Bandung, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya Speed Gun perlu diterapkan khususnya di Tol Cipularang sekitar kilometer 90 sampai 100. Karena menurutnya wilayah yang kerap terjadi kecelakaan tersebut kontur jalannya menurun.

"Karena di situ jalurnya landai menurun, tidak terasa kalau orang lewat ke situ tambah kecepatan," kata dia.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Ditlantas Polda Jabar Kecelakaan Tol Cipali Speed Gun Tol Cipularang Kecelakaan Maut Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Bus Pariwisata Tabrak Truk di Cipularang, 12 Orang Luka-Luka

Keberadaan Pos Gatur Bantu Pihak Kepolisian

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi