bjb
itcbet

Penggunaan Speed Gun Diperlukan Untuk Tekan Angka Kecelakaan

Petugas kepolisian sedang mengawasi kendaraan yang melintasi jalan tol dengan menggunakan speed gun. (Foto: Humas Polres Majalengka)

JABARNEWS | BANDUNG - Kecepatan berkendara di jalan tol sebenarnya telah dibatasi, minimum 60 kilometer per jam dan batas kecepatan maksimum 80 kilometer perjam. Namun pada kenyataannya para pengendara jalan tol tak mengindahkan peraturan ini.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat menilai penerapan Speed Gun (radar kecepatan) memang perlu diadakan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mendorong hal tersebut untuk menindak pelanggar yang melebihi batas kecepatan di Jalan Tol.

Baca Juga:

Periksa Ribuan Bis, Dishub Jabar Nyatakan 60 Persen Layak Beroperasi

Dishub Jabar: Kecelakaan Tol Cipali Ini Buktikan Pentingnya Pembatas Jalan



"Ya memang itu (Speed Gun) salah satu rekomendasi kita. Memang harus begitu (diterapkan)," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana di Bandung, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya Speed Gun perlu diterapkan khususnya di Tol Cipularang sekitar kilometer 90 sampai 100. Karena menurutnya wilayah yang kerap terjadi kecelakaan tersebut kontur jalannya menurun.
Halaman selanjutnya
Tags : Ditlantas Polda Jabar Kecelakaan Tol Cipali Speed Gun Tol Cipularang Kecelakaan Maut Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Motor Tabrak Mobil Pick Up di Cianjur, 1 Anak Kritis

SEREMONIA







Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi