Pemerintah Didesak Buka Data Koorporat Pelaku Karhutlah

Sebanyak 48 perusahaan dengan izin konsesi dan 1 lahan milik perseorangan telah disegel.

Sejumlah aktivis Lingkungan, pegiat mendesak Pemerintah membuka data kepublik perusahaan pelaku Karhutlah, Kamis (19/9/2019). (Foto: Kis/JabarNews)

JABARNEWS | JAKARTA - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang kembali melanda Indonesia mendapat sorotan sejumlah pihak. 

Direktur Eksekutif Sawit Watch Inda Fatinaware menyampaikan keprihatinannya dan mengecam perusahaan yang telah membakar hutan dan lahan hanya demi mencari keuntungan yang besar. 

Baca Juga:

Sawit Watch Minta Pemerintah Tindak Tegas Perkebunan Sawit yang Tak Membayar THR

Sawit Watch: Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan



Sebanyak 48 perusahaan dengan izin konsesi dan 1 lahan milik perseorangan telah disegel. Namun ketika asep telah hilang dan aktivitas masyarakat kembali normal, mereka seakan hilang ditelan bumi dan kembali diberikan izin konsesi.

Pemerintah, sejak tahun 2015 dinilai tidak pernah tegas dalam persoalan Karhutlah.

"Masyarakat sangat menderita oleh adanya kabut asap yang sudah terjadi selama beberapa minggu ini. Tidak kurang dari 16.000 warga Riau dan 8.000 warga Kalimantan Barat telah terserang ISPA," kata Indah dalam keterangan persnya di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat,  Kamis (19/9/2019).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pelaku Karhutla Sawit Watch Kebakaran Lahan Kebakaran Hutan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Karhutla

berita terkait

Kapolsek Wanayasa Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Fenomena Kebakaran Hutan Kembali Terjadi di Indonesia

Kebakaran Hutan Lagi, Ekspor Asap Lagi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi