Lenis Kogoya Ajak Lihat Papua Secara Utuh Bagian dari NKRI

Diperlukan langkah-langkah yang dilakukan dalam memberantas kemiskinan yang terjadi di Papua.

Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya. (Foto: Kabarpapua)

JABARNEWS | JAKARTA - Ditengah upaya memperkuat perdamaian di tanah Papua, baru-baru ini kembali terjadi tindakan anarkisme dari unjuk rasa di dua lokasi yakni Wamena, bermula dari unjuk rasa siswa yang dipicu kabar bohong dan hoaks terkait ujaran rasis.

Sedangkan di Jayapura aksi unjuk rasa dari mahasiswa. Kedua peristiwa itu membuat suasana makin memanas dengan adanya korban warga sipil dan juga aparat keamanan.

Baca Juga:

Peringatan Hari HIV/AIDS, Tidak Lagi Diskriminasi Terhadap ODHA

Kasus HIV-AIDS di Purwakarta Terus Meningkat Tiap Tahun



Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya mengaku prihatin dan mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas korban warga Papua pada kejadian Senin, (23/9/2019) kemarin.

Menurut Lenis, melihat Papua yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah tidak terkotak-kotak, akan tetapi secara utuh dan menyeluruh bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Maka diperlukan langkah-langkah yang dilakukan dalam memberantas kemiskinan yang terjadi di Papua.

Dengan usia Indonesia yang sudah 74 tahun, Papua masuk pangkuan ibu pertiwi sudah sampai 50 tahun lebih. Kalau melihat kedewasan untuk kemerdekaan yang dimiliki, bukan saja merdeka kemudian dibiarkan.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Anarkisme Papua Staff Khusus Presiden Diskriminasi Lenis Kogoya Orang Asli Papua Lembaga Adta Papua Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Stop Diskriminasi Janda! Anda Harus Tau Ini

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi