JMN Channel


Diduga Ada Penggelapkan Retribusi, Bupati Didesak Eksekusi Pasar Cikampek

Dengan kejadian ini, lanjut Samsuri, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar, khususnya Pasar Cikampek sebesar Rp 700 juta per tahun tidak terealisasi.

Kondisi Pasar Cikampek. (Foto: Net)

JABARNEWS | KARAWANG - Pedagang di Pasar Cikampek sudah merasa tidak nyaman dan merasa resah dengan keberadaan PT Aditya Laksana Sejahtera (ALS) yang diduga menyerobot gedung dan pengelolaan Pasar Cikampek. Bukan hanya itu, PT ALS juga diduga menggelapkan restribusi pasar sebesar Rp 2,8 miliar.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Samsuri, mengatakan, seharusnya yang mengelola Pasar Cikampek itu bukan PT ALS, melainkan PT Celebes Natural Propetindo sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkab Karawang.

Baca Juga:

Cianjur Masuk Level 3: Rumah Makan Bisa Buka Lagi, Penyekatan Jalan Secara Parsial

Video: Pesona Keindahan Desa Sajuta Batu Purwakarta



“PT ALS menguasai fisik bangunan dan pengelolaan Pasar Cikampek tanpa dasar hukum. Karena Pemkab Karawang kerjasama dengan PT Celebes Natural Propetindo sesuai PKS tahun 2015,” kata Samsuri, dilansir spiritnews.co.id.

Berdasarkan hasil putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) No. 2976 K/Pdt/2018, tertanggal 30 November 2018 perkara perdata tingkat kasasi, Pemkab Karawang sudah mulai menganalisa langkah-langkah hukum yang akan ditempuh untuk menuntut PT ALS.

“Saya sudah memerintahkan Bagian Hukum untuk menganalisa langkah-langkah hukum untuk menuntut PT ALS,” katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pasar Cikampek PT Aditya Laksana Sejahtera PT Celebes Natural Propetindo Pemkab Karawang Mahkamah Agung Karawang Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Beberapa Manfaat Lemak bagi Tubuh, Diantaranya Sumber Energi

Satgas: Kasus Kematian Covid-19 di Garut Capai 1.120 Orang

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi