Program Ribuan Rutilahu Purwakarta Diduga Terjadi Penyimpangan

Diduga Ada Cashback dari Toko Bangunan di Setiap Desa.

Ilustrasi Rehab Rutilahu. (Foto: Net)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Kabupaten Purwakarta mendapatkan program rehabilitasi Rumah tidak layak huni (Rutilahu) berasal dari anggaran Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2019. Namun, dalam pelaksanannya diduga banyak penyimpangan terjadi.

Penelusuran Jabarnews.com, program rutilahu yang yang dimotori oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) ini, terjadi adanya cashback dari toko bangunan dengan jumlah yang cukup besar. Cashback ini ditarik setelah pihak Toko Bangunan menerima transfer atas pembelian material untuk rumah yang akan direhab.

Baca Juga:

Terima Delegasi Selangor, Emil Tawarkan One Village One Company

Sakip Award 2018, Jabar Kembali Raih Predikat



Adapun mekanisme pelaksanaan rehab ini dilaksanakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di setiap desa. Pencairan dana dari rekening daerah masuk ke Toko Bangunan yang ditunjuk di setiap desanya. Sedangkan untuk dana operasional dan upah dikelola oleh LPM.

Saat dana sudah ditransferkan ke toko bangunan, harus menyetorkan kembali (cashback) kepada seseorang. Angkanya variatif. Misal, di salah satu kecamatan ada yang menyetorkan angka sekitar 40 hingga 80 juta rupiah.

Lalu redaksi mulai menelusuri salah satu sumber di satu desa, bahwa uang sekitar 80 juta tersebut dibagi-bagi. Dugaan aliran dana cashback tersebut mengarah ke berbagai pihak.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Program Rutilahu Rumah Tidak Layak Huni Pemprov Jabar Pemkab Purwakarta Cashback Toko Bangunan Distarkim Purwakarta Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Rutilahu

berita terkait

Motor Listrik dan Sepeda Listrik Wajib Bayar Pajak!

Tempat Usaha Di Purwakarta Akan Dipasang Tapping Box

Jabar Sabet APPSI Gubernur Awards Di Surabaya

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi