aqua

Tanggapi BPOM, Dinkes Bekasi Segera Edarkan Surat Penarikan Ranitidin

Dinkes terlebih dahulu sedang melakukan pengawasan obat yang terkontaminasi zat pemicu kanker itu.

Obat maag ranitidin yang tercemar disebut berisiko picu kanker. (Foto: iStock)

JABARNEWS | BEKASI - BPOM telah melarang penggunaan obat Ranitidin sebagai penurun asam lambung. Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengaku akan segera menyebarkan surat edaran penarikan produk obat bermerek dagang Ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) atau zat yang disebut dapat memicu kanker.

Informasi soal kandungan NDMA pada ranitidin awalnya disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) serta European Medicine Agency (EMA).

Baca Juga:

Jamu AVC Temuan NU Diklaim Dapat Sembuhkan Pasien Covid-19

Pabrik Kosmetik Ilegal di Cirebon Digerebek BPOM Jabar



Kedua lembaga itu telah mengeluarkan peringatan tentang temuan NDMA dalam jumlah relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan ranitidin, obat yang digunakan dalam pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan usus.

"Ya benar infonya seperti itu, BPOM telah mengeluarkan surat perintah untuk menarik ranitidin yang terkontaminasi NDMA," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti di Cikarang, Kamis (10/10/2019).

Meski belum menyebarkan surat edaran penarikan obat, Enny mengaku kalau pihaknya saat ini sedang melakukan pengawasan obat yang terkontaminasi zat pemicu kanker itu.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Ranitidin Ditarik BPOM BPSK Jabar Ranitidin Mengandung NDMA Badan POM Zat Kanker Universitas Pasundan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Dinkes Ciamis Pastikan Ranitidine Sudah Tidak Diedarkan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi