aqua

Direktur Pasca Sarjana Unpas: Demo Boleh, Asal Jangan Anarkis

Aksi unjuk rasa kemarin terkait demo RUU KUHP dan RUU KPK

Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Pasundan, Didi Turmudz saat jumpa wartawan di Kampus Pascasarjana Universitas Pasundan. (Foto: Ryan/Jabarnews)

JABARNEWS | BANDUNG - Wacana aksi unjuk rasa mahasiswa kembali muncul. Menurut isu yang beredar, aksi ini akan lebih besar dari aksi beberapa waktu lalu.

Menanggapi isu tersebut, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Pasundan, Didi Turmudz mengatakan bahwa dirinya khawatir ketika mahasiswanya mengikuti aksi unjuk rasa kemarin terkait demo RUU KUHP dan RUU KPK karena banyaknya mahasiswa Unpas yang menjadi korban.

Baca Juga:

4 Anggota Polres Cianjur Terbakar Saat Mengamankan Aksi Demo Mahasiswa

Demo Mahasiswa Cianjur Akibatkan Aparat Kepolisian Luka-Luka



Menurutnya hal tersebut dikarenakan minimnya konsolidasi sehingga pergerakan aksinya tidak dapat terkonsisikan.

"Saya khawatir apabila mahasiswa jadi korban karena mahasiswa bisa jadi tidak tahu apa yang sedang bergerak dan bermain serta seperti apa agendanya," ujar Didi saat jumpa wartawan di Kampus Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Jl. Sumatera No. 41, Kota Bandung, Jum'at (11/10/2019).

Kendati demikian, idealisme mahasiswa tidak boleh dipancung hak mengeluarkan pendapatnya. Selain itu, Didi menuturkan bahwa mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa harus pandai menempatkan diri agar tidak menjadi korban.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Demo Mahasiswa Isu Unjuk Rasa Universitas Pasundan Tolak RUU KUHP Tolak RUU KPK Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Empat Polisi Terbakar di Cianjur Dapat Kenaikan Pangkat

Tersangka Kasus Polisi Terbakar Bertambah Dua Orang

Pelantikan DPRD Jabar Diwarnai Demo Mahasiswa

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi