bjb

Bamsoet Mintai Pemerintah Perlu Perbarui Rumusan Berantas Intoleransi

Ketua MPR Indonesia tahun 2019 (Foto : Jabarnews.com)

JABARNEWS | JAKARTA -  Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai perlu adanya dorongan pemerintah untuk memprioritaskan upaya merangkul komunitas atau kelompok masyarakat yang menolak takdir kebhinekaan Indonesia. Rumusan pendekatan kepada kelompok atau komunitas-komunitas tersebut perlu diperbarui. Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, pemerintah dan parlemen perlu menggandeng semuaa pihak yang intoleransi dalam upaya merangkul komunitas atau kelompok yang menolak kebhinnekaan Indonesia.

"Rongrongan terhadap kebhinnekaan sudah demikian nyata, karena sejumlah komunitas terang-terangan menyatakan tidak lagi mencintai fakta keberagaman yang menjadi takdir bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)". Ujar ketua MPR


Kemudian menurut Bambang tmbahnya, dilnsir dari konten.co.id, dalam tahun-tahun terakhir ini, kelompok atau komunitas intoleran itu terlihat di mana-mana. Di sekolah, kampus perguruan tinggi, di banyak tempat kerja, dan di banyak institusi negara atau institusi pemerintah.
Baca Juga:

Polisi Bersorban Ikut Meriahkan Pawai Tarhib di Kota Banjar

Mahasiswa UI Raih Penghargaan Emas dan Perak di PIMNAS ke-32


Selain itu, menurut Bamsoet, perlunya bekerja sama dengan lembaga dan institusi keagamaan sebagai upaya memahami akar permasalahan agar lebih komprehensif.

"Pada saat yang sama, ada kekuatan lain yang menunggangi kecenderungan itu dengan mengerahkan pelaku teror. Kini, teror terhadap negara sudah menjadi ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Inilah realitas masalah atau persoalan yang dihadapi Indonesia dewasa ini," ujarnya.

Kemudian, himbunnya atas adanya kecenderungan saling hina antar-kelompok atau antar-golongan yang makin tinggi intensitasnya. Bamsoet menyeru perlunya dicari dan dijajagi rumusan program dan model pendekatan lain. Utamakan program dan pendekatan baru yang bertujuan menghilangkan saling curiga. Selama ini, dirasakan ada kebuntuan karena keengganan berdialog. (Red)

Tags : Intoleransi Negara Kelompok Radikal Jabarnews Berita Jawabarat Berita Terkini

berita terkait

Seorang WNA Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Gerindra Akan Bersinergi dengan PPP di Jabar

Airlangga Tanggapi Polemik Dukungan Disumpah Al-Quran

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi