aqua

Menkes: Prevalensi Gangguan Mata Cukup Tinggi di Indonesia

Hanya 80% dari prevalensi yang dapat dicegah oleh masyarakat Indonesia

Dirjen P2P Menkes, Anung Sugihantono saat jumpa wartawan usai puncak peringatan hari penglihatan sedunia di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa ( 15/10/2019). (Foto: Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Prevalensi gangguan kesehatan mata cukup tinggi di Indonesia. Dampak fisik menyebabkan menurunnya kualitas hidup bahkan berdampak kurangnya produktifitas seseorang dalam melakukan pekerjaan ataupun aktivitas harian. Hal menjadi sangat mendasar, mengingat Indonesia dalam rangka penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen P2P Menkes, Anung Sugihantono mengatakan, meski tinggat prevalensi di Indonesia besar, dan hanya 80% dari prevalensi yang dapat dicegah.

Baca Juga:

Ratusan Kacamata Dibagikan ke Siswa SD di Bogor Pada Bakti Sosial PMI

Waspada! 60 Persen Gangguan Mata Disebabkan Penggunaan Handphone



"Prevalensi gangguan mata di Indonesia itu bisa dicegah sejak dini sepanjang kita menemukan alih, faktor resiko dan perilaku yang ada," kata Anung saat jumpa wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).

Faktor resiko, ucapnya, memang bisa dikenali misalkan seseorang yang di dalam keluarganya ada yang menderita kencing manis, maka anaknya juga berpotensi kencing manis yang akan berpengaruh terhadap kesehatan mata.

Lebih lanjut, Anung menjelaskan, faktor perilaku yang sering merusak mata adalah bermain handphone (HP). Karena menurutnya, pemakaian hp yang tidak stabil akan mengakibatkan radiasi dan dapat mengganggu kesehatan mata.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kesehatan Mata Prevalensi Kesehatan SDM Berkualitas Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Gedung Sate Pola Hidup Sehat Gedung Sate Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi