bjb

Dinkes Ciamis Pastikan Ranitidine Sudah Tidak Diedarkan

Ranitidine HCI jenis tablet salut selaput 150 mg produksi Holi Pharma dan obat Ranitidine 150 mg produksi Hexpharm Jaya. (Foto: Tony/Jabarnews)

JABARNEWS | CIAMIS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis memastikan obat ranitidine HCl jenis tablet salut selaput 150 mg produksi Holi Pharma dan obat Ranitidine 150 mg produksi Hexpharm Jaya sudah tidak di edarkan di Apotek, Puskesmas, Klinik maupun Rumah Sakit.

Kadinkes Kabupaten Ciamis, Drg. Engkan Iskandar mengatakan sudah melakukan surat edaran supaya obat ranitidine produksi dari manapun agar diamankan jangan diperjual belikan terlebih dahulu sebelum ada pemberitahuan lebih lanjut dari BPOM.

"Sambil menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari BPOM, obat-obatan ranitidine produksi darimana saja supaya diamankan terlebih dahulu," ucapnya kepada Jabarnews.com, di aula Korpri, Kamis (17/10/2019).

Untuk masyarakat yang terlanjur membeli obat ranitidin, dihimbau untuk menghubungi dokter atau apoteker terkait pengganti terapi obat.

Sebelumnya BPOM telah melakukan penarikan obat Ranitidin yang terdeteksi NDMA yang dapat memicu penyebab kanker.

Adapun obat ranitidin yang resmi ditarik dari 6 pabrik sesuai surat edaran BPOM, yaitu:

1. Ranitidine Cairan Injeksi yang diproduksi oleh PT Phapros Tbk.
Baca Juga:

Catat! Ini Daftar Lengkap Obat Pengganti Ranitidin Rekomendasi BPOM

Simak! Daftar Lengkap 67 Batch Produk Obat Maag yang Ditarik BPOM


2. Zantac Cairan Injeksi yang diproduksi oleh PT Glaxo Wellcome Indonesia.

3. Rinadin Sirup yang diproduksi oleh PT Global Multi Pharmalab.

4. Indoran Cairan Injeksi dan Ranitidine Cairan Injeksi yang diproduksi oleh PT Indofarma.

5. Conranin Tablet yang diproduksi oleh PT Armoxindo Farma.

6. Radin Tablet yang diproduksi oleh PT Dexa Medica. (CR1)


Tags : Ranitidin Ditarik BPOM BPSK Jabar Ranitidin Mengandung NDMA Badan POM Zat Kanker Dinkes Ciamis Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi